- Takaran nitrogen 250 kilogram per hektare per tahun menunda gejala layu fusarium pisang sampai 50,8 hari.
- Takaran 550 kilogram memangkas masa inkubasi menjadi 34 hari dan menaikkan keparahan penyakit ke 83,83 persen.
- Semua tanaman yang diinokulasi mencatat kejadian penyakit 100 persen pada seluruh takaran nitrogen.
- Di tabel pertumbuhan, baris takaran 100 kilogram ditambah Foc memuat angka yang persis sama dengan baris kontrol Foc.
- Percobaan ini terbatas pada satu kultivar Barangan Merah dan satu isolat tropical race 4.
Daftar Isi
Cekricek.id — Takaran nitrogen 250 kilogram per hektare per tahun menunda gejala layu fusarium pisang sampai 50,8 hari. Takaran 550 kilogram memangkasnya menjadi 34 hari.
Dua angka itu berasal dari percobaan yang sama, dengan bibit pisang Barangan Merah yang sama. Yang membedakan hanya jumlah pupuk nitrogen yang dituang ke pangkal batang.
Laporannya ditulis Zulfahri Arifandi, Chrisnawati, dan Aulia Meyuliana dari Fakultas Pertanian Universitas Muhammad Yamin, Kota Solok, Sumatera Barat. Jumjunidang menjadi penulis korespondensi.
Riska dan Jumjunidang bekerja di Pusat Riset Hortikultura, Badan Riset dan Inovasi Nasional, Bogor. Keduanya melengkapi tim yang berbasis di dua lembaga berbeda.
Naskah berjudul Dynamics of Fusarium Wilt Severity in Banana as Affected by Different Nitrogen Fertilizer Rates terbit di JPT: Jurnal Proteksi Tanaman. Jurnal itu diterbitkan Universitas Andalas.
Artikel itu mengisi Volume 9 Nomor 2 tahun 2025, pada halaman 131 sampai 141. Naskah diterima 16 Juli 2025 dan direvisi 3 Oktober 2025.
Dewan redaksi menerima naskah itu pada 26 Desember 2025. Terbitnya jatuh pada 31 Desember 2025.
Lima Takaran Nitrogen dalam Sembilan Perlakuan
Percobaan berjalan dari Agustus sampai Desember 2024. Lokasinya laboratorium bersama dan kebun percobaan Pusat Riset Hortikultura BRIN di Kecamatan Lubuk Sikarah, Kota Solok.
Rancangannya acak kelompok dengan sembilan perlakuan dan empat ulangan. Setiap satuan percobaan berisi lima tanaman pisang, sehingga satu perlakuan memakai 20 tanaman.
Nitrogen diberikan dalam bentuk urea berkadar 46 persen. Takarannya empat tingkat: 100, 250, 400, dan 550 kilogram per hektare per tahun.
Empat takaran itu diuji tanpa inokulasi dan diuji lagi bersama inokulasi Foc. Perlakuan kesembilan adalah kontrol tanpa nitrogen yang tetap diinokulasi.
Fosfor diberikan 55 kilogram per hektare per tahun dan kalium 650 kilogram per hektare per tahun. Keduanya diberikan rutin pada semua perlakuan.
Baca juga Subsidi Pupuk Menaikkan Produksi Padi, Bukan Laba Petani
Rekomendasi pupuk Balai Penelitian Tanah pada 2021 untuk pisang mencakup urea 525 kilogram per hektare per tahun. SP-36 dianjurkan 300 sampai 500 kilogram dan KCl 375 sampai 500 kilogram.
Di Australia, anjuran nitrogen untuk pisang sekitar 250 kilogram per hektare per tahun. Angka anjuran seperti itu umumnya disusun untuk mengejar produktivitas.
Bibit yang dipakai planlet pisang Barangan Merah hasil kultur jaringan berumur dua bulan. Setiap planlet sudah punya empat sampai lima daun terbuka penuh setelah aklimatisasi.
Media tanamnya campuran tanah kebun dan pupuk kandang sapi dengan perbandingan 3 banding 1. Campuran itu diisikan ke polibag sebanyak 4 kilogram per polibag.
Isolat Foc yang dipakai koleksi Pusat Riset Hortikultura BRIN, yaitu tropical race 4 dengan VCG 01213/16. Isolat itu disimpan pada kertas saring steril.
Inokulum diperbanyak pada media milet. Milet direndam semalam, ditiriskan, lalu diautoklaf pada 121 derajat Celsius selama 20 menit dalam dua siklus berurutan.
Milet steril lalu ditanami potongan miselium sekitar 5 milimeter dari tepi koloni biakan tujuh hari. Satu potongan dipakai untuk setiap 100 gram milet.
Milet diinkubasi pada 25 derajat Celsius selama sekitar 14 hari sampai jamur menutupi substrat. Setelah itu milet diremahkan dan dipakai sebagai inokulum tanah.
Pemberian nitrogen pertama dilakukan dua minggu setelah pindah tanam. Pemberian berikutnya berjarak dua minggu selama empat bulan.
Pupuk dilarutkan dalam air bersama fosfor dan kalium, lalu dituang ke parit melingkar dangkal di sekitar pangkal tanaman. Parit itu berjarak sekitar 5 sentimeter dari batang semu.
Inokulasi Foc dilakukan empat minggu setelah pemberian nitrogen pertama. Inokulum ditaruh di tiga titik di sekeliling tiap tanaman melalui lubang sedalam 4 sampai 5 sentimeter.
Setiap tanaman menerima sekitar 15 mililiter propagul Foc bercampur milet, dibagi ke tiga lubang. Lubang lalu ditutup kembali dengan tanah.
Tumbuh Lebih Tinggi Saat Tidak Ada Patogen
Tinggi tanaman diukur dari 1 sentimeter di atas permukaan tanah sampai titik tertinggi batang semu. Yang dianalisis pertambahannya, yaitu tinggi akhir dikurangi tinggi awal.
Lingkar batang semu diukur pada 1 sentimeter di atas permukaan tanah memakai meteran kain. Jumlah daun yang dihitung hanya daun fungsional yang terbuka penuh.
Pada tanaman tanpa inokulasi, penambahan nitrogen menaikkan pertumbuhan vegetatif. Nilai tertinggi umumnya muncul pada takaran 250 sampai 550 kilogram per hektare per tahun.
Tiga bulan setelah inokulasi, tinggi tanaman tanpa Foc mencapai 44,05 sentimeter pada takaran 550 kilogram. Pada takaran 100 kilogram angkanya 36,44 sentimeter.
Lingkar batang semu terbesar tercatat 16,95 sentimeter pada takaran 250 kilogram tanpa Foc. Jumlah daun tertinggi 13,37 helai pada takaran yang sama.
Baca juga Kentang Cingkariang, Planlet Tumbuh tapi Akarnya Menyusut
Pada tanaman yang diinokulasi, semua angka pertumbuhan turun. Tinggi tanaman pada takaran 550 kilogram ditambah Foc hanya 24,11 sentimeter, terendah di antara seluruh perlakuan.
Lingkar batang semu pada perlakuan itu 12,21 sentimeter dan jumlah daunnya 11,62 helai. Keduanya juga paling rendah di tabel pertumbuhan.
Tanaman terinfeksi yang menerima takaran sedang 250 kilogram justru tumbuh lebih baik. Tingginya 29,25 sentimeter, lingkar batangnya 14,64 sentimeter, dan jumlah daunnya 13,31 helai.
Menurut naskah ini, nitrogen mendorong pertumbuhan hanya saat tidak ada tekanan patogen. Menaikkan takaran ke 400 sampai 550 kilogram tidak menutup penurunan pertumbuhan pada tanaman terinfeksi.
Penulisnya menduga nitrogen berlebih membentuk jaringan sukulen yang kaya nitrogen. Jaringan seperti itu lebih mudah dikolonisasi patogen pembuluh seperti Foc.
Infeksi pada sistem pembuluh mengganggu fungsi xilem. Pengangkutan air, gas, dan hara di dalam tanaman ikut terhambat.
Naskah ini juga menyebut nitrogen berlebih menurunkan kandungan selulosa dan lignin di dinding sel. Dinding sel yang lebih tipis memudahkan penetrasi patogen.
Masa Inkubasi Memendek di Takaran Tertinggi
Masa inkubasi dihitung dari inokulasi sampai gejala layu pertama muncul. Gejalanya berupa menguningnya tepi daun tua yang lalu merambat ke daun muda.
Pengamatan dilakukan setiap hari sampai gejala awal terdeteksi. Pada tanaman tanpa inokulasi, gejala tidak muncul di semua takaran nitrogen.
Takaran 550 kilogram ditambah Foc memberi masa inkubasi terpendek, 34 hari setelah inokulasi. Takaran 250 kilogram ditambah Foc memberi masa inkubasi terpanjang, 50,8 hari.
Kontrol tanpa nitrogen yang diinokulasi menunjukkan masa inkubasi 43,38 hari. Takaran 100 kilogram mencatat 44,75 hari dan takaran 400 kilogram mencatat 42,44 hari.
Menurut penulisnya, ketersediaan nitrogen memengaruhi laju perkembangan penyakit, bukan terjadinya infeksi. Nitrogen berlebih mempercepat munculnya gejala, sedangkan takaran sedang menundanya.
Foc dikelompokkan ke empat ras berdasarkan patogenisitasnya pada genotipe pisang tertentu. Ras 4 dianggap paling virulen karena mampu menginfeksi hampir semua kultivar yang rentan terhadap ras 1 dan 2.
Populasi Foc juga digolongkan menurut kelompok kompatibilitas vegetatif atau VCG. Sampai kini 24 VCG teridentifikasi di dunia, 15 di antaranya dilaporkan di Asia dan 10 tercatat di Indonesia.
Semua Tanaman Tertular, Hanya Keparahan yang Berbeda
Kejadian penyakit dihitung mingguan sebagai perbandingan jumlah tanaman terinfeksi terhadap jumlah tanaman yang diamati. Keparahan dihitung dari perbandingan daun bergejala terhadap seluruh daun yang diamati.
Semua tanaman yang diinokulasi mencatat kejadian penyakit 100 persen. Angka itu sama pada seluruh takaran nitrogen.
Keparahan penyakit berbeda nyata antarperlakuan. Angka tertinggi 83,83 persen pada takaran 550 kilogram ditambah Foc.
Keparahan terendah 69,41 persen pada takaran sedang 250 kilogram ditambah Foc. Kontrol yang diinokulasi tanpa nitrogen mencatat 74,67 persen.
Takaran 100 kilogram ditambah Foc mencatat 73,45 persen dan takaran 400 kilogram mencatat 74,09 persen. Keduanya tidak berbeda nyata satu sama lain.
Pola itu tidak menaik lurus mengikuti takaran. Kontrol tanpa nitrogen justru lebih parah daripada takaran 250 kilogram, meski keduanya tidak berbeda nyata.
Data dianalisis dengan sidik ragam. Bila pengaruhnya nyata, rata-rata dipisahkan memakai uji Tukey pada taraf 5 persen.
Pemberian nitrogen berlebih disebut dapat mengubah sifat kimia tanah, termasuk menaikkan pH. Perubahan itu dapat menurunkan kelimpahan dan keragaman mikroorganisme tanah yang bersifat antagonis.
Indonesia tercatat sebagai produsen pisang terbesar ketiga dunia setelah India dan Tiongkok. Layu fusarium sudah dilaporkan lebih dari lima dekade di Asia, Afrika, Australia, dan kawasan tropis Amerika.
Angka Kembar di Tabel dan Batas Percobaan
Di tabel pertumbuhan, baris takaran 100 kilogram ditambah Foc memuat angka yang persis sama dengan baris kontrol Foc. Ketiganya 25,66 sentimeter, 13,21 sentimeter, dan 12,25 helai.
Naskahnya tidak menjelaskan mengapa dua baris berbeda perlakuan menghasilkan angka identik. Di tabel keparahan, angka 100 persen pada takaran 550 kilogram diberi keterangan ns tanpa penjelasan.
Abstraknya menyebut rancangan acak kelompok, sedangkan bagian metode menulis rancangan acak kelompok lengkap. Naskah ini juga menyebut takaran nol nitrogen sebagai kontrol, namun tabel menamainya kontrol Foc.
Percobaan ini terbatas pada satu kultivar, yaitu Barangan Merah, dan satu isolat tropical race 4. Penulisnya mencatat informasi soal pengaruh nitrogen pada masa inkubasi layu fusarium masih terbatas.
Pengamatan berhenti pada tiga bulan setelah inokulasi, sehingga hasil panen tidak diukur. Tanaman ditanam dalam polibag berisi 4 kilogram media, bukan di lahan terbuka.
Baca juga Hawar Daun Padi Ditahan Bakteri dari Laut Pasir Bromo
Penulisnya menyarankan pengelolaan nitrogen di sentra pisang endemis layu fusarium mengutamakan takaran sedang. Pemupukan berlebih disarankan dihindari sebagai bagian pengendalian penyakit yang terpadu.
Naskah ini menegaskan takaran sedang menunda gejala dan menurunkan keparahan, tetapi tidak mencegah infeksi. Semua tanaman yang diinokulasi tetap tertular.















