Dies Natalis ke-70 UNAND, Kepala BRIN Dorong Hilirisasi Riset

A A

Gedung Rektorat Universitas Andalas di Kampus Limau Manis, Padang. Foto ilustrasi. [Foto: Rhmtdns/Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0]

  • UNAND memperingati Dies Natalis ke-70 lewat Sidang Terbuka dan Orasi Ilmiah di Kampus Limau Manis, Senin (14/9/2026).
  • Kepala BRIN Arif Satria meminta kampus menjembatani jurang riset dan industri agar hasil riset sampai ke komersialisasi.
  • UNAND mencatat 1.344 publikasi Scopus pada 2025 dan naik ke peringkat 396 QS Asia pada 2026.

Cekricek.id — Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof. Dr. Arif Satria, S.P., M.Si., mendorong Universitas Andalas (UNAND) menjembatani jurang riset dan industri pada Dies Natalis ke-70 kampus itu, Senin (14/09/2026).

Melansir keterangan tertulis Universitas Andalas, Senin (14/09/2026), peringatan Dies Natalis ke-70 sekaligus Lustrum XIV itu digelar lewat Sidang Terbuka dan Orasi Ilmiah di Auditorium Kampus Limau Manis, Padang. Temanya “Tumbuh Berakar, Menjulang Berdampak”.

Human Capital dan Valley of Death

Dalam orasi ilmiahnya, Arif menekankan pentingnya penguatan human capital dan inovasi. Keduanya diperlukan untuk menghadapi perubahan serta mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

“Human capital merupakan salah satu kunci dalam menentukan masa depan, selain teknologi, inovasi, dan entrepreneurship,” jelasnya.

Menurut Arif, perguruan tinggi perlu menjembatani kesenjangan riset dan industri yang dikenal sebagai Valley of Death. Hasil penelitian tidak cukup berhenti pada publikasi dan paten. Riset perlu dikembangkan menjadi teknologi, produk, lisensi, hingga komersialisasi.

Ia mendorong UNAND bergerak menuju Innovation University yang mengubah hasil riset menjadi solusi nyata. Penguatan flagship innovation, peta jalan riset, science dan technopark, serta advanced laboratory dinilai penting untuk membangun ekosistem inovasi Sumatera Barat.

Baca juga Ganefri soal keterbukaan informasi di badan publik

Gubernur Sumbar Minta Kerja Sama Diperluas

Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah mengapresiasi kontribusi UNAND dalam pembangunan daerah. Ia berharap kolaborasi Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan UNAND terus diperkuat, mulai dari pengembangan sumber daya manusia hingga inovasi.

“Ke depan semakin meningkat dan semakin banyak kerja sama yang dapat kita bangun, baik dalam pengembangan sumber daya manusia, beasiswa, riset unggulan daerah, pendidikan vokasi, pengabdian kepada masyarakat, maupun menghadirkan inovasi-inovasi,” ujarnya.

Baca juga Anyaman Mansiang Taratak raih sertifikat indikasi geografis

Capaian UNAND pada Dies Natalis ke-70

Rektor UNAND Dr. Efa Yonnedi, S.E., MPPM., Akt., memaparkan sejumlah capaian universitas. UNAND kini memiliki 154 program studi. Sebanyak 87 program studi berstatus unggul dan 29 program studi terakreditasi internasional.

Pada 2025, UNAND melaksanakan lebih dari 1.500 proyek riset dan menghasilkan 1.344 publikasi terindeks Scopus. Sebanyak 51,7 persen di antaranya terbit di jurnal Q1 dan Q2.

Di bidang hilirisasi, sepanjang 2026 tercatat tujuh produk atau prototipe, dua lisensi atau kontrak komersialisasi, serta 10 produk yang telah dikomersialisasikan. Posisi UNAND di pemeringkatan QS Asia juga naik dari peringkat 470 pada 2025 menjadi 396 pada 2026.

Baca juga Ekonom UGM urai selisih angka kemiskinan Bank Dunia dan BPS

UNAND juga mencatat lebih dari 3.887 kerja sama aktif dengan mitra dari 46 negara. Universitas Andalas berdiri pada 1956, sehingga tahun ini genap berusia 70 tahun.

Bagikan

Baca Juga

Ganefri: Keterbukaan Informasi Harus Diikuti Pembenahan Sistem
Pisang Balai Panjang dan BUMNag yang Berhenti Bergerak
Radioterapi Kanker Payudara, Empat Bahan Bolus Dibandingkan
Satu Pohon Aren di Talamau Mengalirkan 37 Liter Nira Sehari
Anyaman Mansiang Taratak Raih Sertifikat Indikasi Geografis
Kentang Cingkariang, Planlet Tumbuh tapi Akarnya Menyusut