Anyaman Mansiang Taratak Raih Sertifikat Indikasi Geografis

A A

Ilustrasi perajin menganyam serat alami secara tradisional dengan kedua tangan. [Foto: Pexels]

Cekricek.id — Kerajinan anyaman mansiang dari Nagari Taratak, Kabupaten Lima Puluh Kota, resmi meraih sertifikat Indikasi Geografis dari Kementerian Hukum Republik Indonesia.

Sertifikasi itu disampaikan menurut laman resmi Universitas Andalas, Kamis (10/09/2026), setelah terbit pada 31 Juli 2026.

Sekitar 97 perajin memproduksi anyaman mansiang berupa tas hingga dekorasi rumah yang sudah menembus pasar Malaysia, Inggris, dan Australia.

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Unand, Marzuki, menyebut kampus siap membantu masyarakat mendaftarkan produk potensial sebagai Indikasi Geografis.

“Universitas Andalas bertekad membantu masyarakat yang ingin mendaftarkan produk potensialnya sebagai Indikasi Geografis,” kata Marzuki.

Baca juga pengabdian masyarakat kampus lain untuk ekonomi warga desa

Produk anyaman mansiang turut tampil di ajang World Expo Osaka 2025 dengan harga jual mulai Rp30.000 hingga Rp300.000 per buah.

“PR kita setelah ini adalah bagaimana Anyaman Mansiang Taratak terus berinovasi sehingga lahir produk-produk yang bermutu, menarik, dan sesuai dengan kebutuhan pasar,” ujar Marzuki.

Baca juga prestasi mahasiswa kampus lain di ajang nasional

Sertifikat Indikasi Geografis diharapkan melindungi keaslian anyaman mansiang Taratak sekaligus mendorong penguatan ekonomi masyarakat setempat.

Baca juga kegiatan kampus lain seputar penguatan ekonomi dan karier

Nagari Taratak dikenal sebagai sentra anyaman mansiang turun-temurun yang menjadi salah satu andalan ekonomi warga setempat.

Bagikan

Baca Juga

Kentang Cingkariang, Planlet Tumbuh tapi Akarnya Menyusut
Fly Ash Batubara di Gambut dan Baris Nol yang Diukur Duluan
58 Masjid Padang Berdiri di Zona Risiko Tsunami
Perang Aceh Berlanjut Setelah Istana Sultan Jatuh
Air Bersih dan KKN Kebencanaan di Kota Padang
Enam Puluh Derajat, 17.900 Hertz, dan 50 Desibel di Meja Fantom