Cekricek.id — Dekan Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan Universitas Negeri Surabaya, Irmantara Subagio, mengingatkan gaya hidup minim gerak meningkatkan risiko penyakit tidak menular yang mematikan.
Peringatan itu disampaikan menurut laman resmi Unesa, Selasa (08/09/2026), bertepatan dengan momentum Hari Olahraga Nasional.
“Secara biologis, tubuh manusia dirancang untuk bergerak. Ketika tubuh berada dalam kondisi tidak aktif secara terus-menerus, terjadi gangguan pada berbagai sistem tubuh,” kata Irmantara.
Ia menyebut kurangnya aktivitas fisik meningkatkan risiko penyakit seperti diabetes, penyakit jantung, dan stroke di segala kelompok usia.
Baca juga inovasi kesehatan lain dari kampus berbeda
Irmantara menegaskan gerakan tidak harus berupa olahraga berat untuk memberi manfaat bagi kesehatan tubuh secara konsisten.
“Gerakan sederhana yang dilakukan secara konsisten tetap memberikan dampak bagi tubuh. Kegiatan tersebut dapat dikombinasikan dengan latihan penguatan otot,” ujarnya.
Baca juga riset kesehatan lain seputar olahraga dari kampus berbeda
Ia mencontohkan jalan kaki singkat setelah duduk lama atau naik tangga sebagai kebiasaan sederhana yang mudah diterapkan sehari-hari.
Baca juga inovasi kesehatan lain dari kampus berbeda berbasis teknologi
Irmantara berharap masyarakat mulai membiasakan gerak aktif sejak dini demi mencegah penyakit tidak menular di kemudian hari.















