Dosen UMY: Toksin Keracunan Bisa Ganggu Fungsi Otak

A A

Ilustrasi citra pemindaian otak yang dipakai untuk pemeriksaan gangguan saraf. [Foto: Pexels]

Cekricek.id — Dosen Neurologi UMY, Wahyu Wihartono, menyebut toksin pada keracunan makanan dapat menyebabkan gangguan fungsi otak, termasuk gangguan daya ingat.

Penjelasan itu dimuat laman resmi UMY, Rabu (09/09/2026).

Penjelasan itu menanggapi kasus Febiola Purba, siswi SMK Bersama Berastagi berusia 16 tahun.

Keluarga menyebut daya ingatnya turun sekitar 70 persen setelah diduga keracunan makanan program Makan Bergizi Gratis pada pertengahan Agustus 2026.

“Intoksikasi akibat keracunan makanan memang dapat menyebabkan gangguan fungsi otak. Toksin dapat memengaruhi fungsi neurotransmiter sehingga mengganggu kerja sel-sel otak,” katanya.

“Kondisi tersebut dapat menimbulkan gangguan kognitif, termasuk gangguan daya ingat,” lanjutnya.

Baca juga penjelasan dosen kampus lain soal klaim kesehatan yang beredar

“Kerusakan sel otak tidak selalu terjadi akibat toksin secara langsung. Ada faktor-faktor lain yang dapat ikut berperan,” ujarnya.

“Karena itu, mekanisme dan penyebab gangguan pada setiap pasien harus diperiksa secara menyeluruh,” lanjutnya.

Baca juga pandangan guru besar soal penanganan masalah gizi

“Harapannya, gangguan kognitif tersebut dapat pulih. Namun, perkembangannya tetap harus dipantau,” jelasnya.

“Jika muncul gejala neurologis, pasien perlu segera mendapatkan penilaian medis secara menyeluruh,” pungkasnya.

Baca juga riset mahasiswa soal bahan alam untuk kesehatan saraf

Bagikan

Baca Juga

Peluang Pulih dari Henti Jantung di Tokyo Berbeda Barat dan Timur
Trakoma pada Anak Yaman Tinggal 0,9 Persen Usai Tiga Putaran Obat
UNS Kirim Tim Medis ke Tiga Kota Terdampak Asap Karhutla
Pasien Diabetes Korea yang Punya Tempat Berobat Tetap Lebih Patuh
Darah Tinggi Lebih Dulu Datang daripada Diabetes pada Warga India
Guru Periksa Mata Murid, 7 dari 10 Kasus Gangguan Terjaring