Cekricek.id — Tim mahasiswa UGM meneliti ekstrak daun kelor sebagai kandidat neuroprotektor bagi korban perundungan yang mengalami stres sosial kronis.
Hasil penelitian disampaikan melalui keterangan tertulis kepada UGM, Rabu (09/09/2026).
Tim beranggotakan Nisrina Rahma Ardihapsari, Hanin Izdihar, Maryam Izzati Muthmainnah, Lakshinta Hasna Hapsari, dan Syakira Fauzia Fatoni.
Pengujian dilakukan pada mencit dengan metode induksi stres yang meniru dinamika perundungan di kehidupan nyata.
Anggota tim dari Fakultas Biologi, Nisrina Rahma Ardihapsari, menjelaskan model itu dipakai untuk melihat dampak tekanan sosial berulang.
“Kondisi inilah yang kemudian digunakan sebagai representasi biologis dari dampak bullying jangka panjang pada manusia, khususnya untuk mengamati perubahan pada memori spasial dan tanda-tanda kerusakan sel saraf,” katanya.
Baca juga riset mahasiswa lain yang mengolah jamur menjadi nanopartikel perak
Anggota tim dari Fakultas Kedokteran, Syakira Fauzia Fatoni, menyebut kandungan kuersetin pada daun kelor berperan sebagai antioksidan.
“Kuersetin pada daun kelor berfungsi sebagai antioksidan yang membantu menetralkan stres oksidatif,” jelasnya.
Baca juga inovasi mahasiswa yang mengubah miselium jamur jadi pengganti styrofoam
“Penelitian yang mengkaji pemanfaatan bahan alam lokal untuk merespons dampak tekanan sosial masih jarang dilakukan,” tegasnya.
“Kami berharap penelitian ini dapat membuka jalan bagi pengembangan solusi berbasis bahan alam yang terjangkau untuk mendukung kesehatan mental generasi muda,” harapnya.
Baca juga pandangan guru besar kampus yang sama soal penanganan stunting













