Unila Lanjutkan Kuliah Tatap Muka Pascaerupsi Krakatau

A A

Pembagian masker kepada warga kampus Universitas Lampung pascaerupsi Gunung Anak Krakatau. [Foto: Universitas Lampung]

Cekricek.id — Unila melanjutkan kuliah tatap muka pascaerupsi Gunung Anak Krakatau, dan rektor membagikan masker kepada mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, serta warga sekitar kampus.

Langkah itu disampaikan melalui keterangan resmi Universitas Lampung, Rabu (09/09/2026).

Masker dibagikan di layanan shuttle kampus dan langsung di fakultas.

Rektor Unila, Prof. Dr. Ir. Lusmeilia Afriani, D.E.A., IPM., ASEAN Eng., menyatakan kampus kembali beraktivitas seperti biasa.

“Unila kembali beraktivitas seperti biasa, namun kami tetap mengedepankan langkah pencegahan,” ujarnya.

Baca juga penjelasan pakar soal abu Krakatau dan risiko banjir lahar

“Pembagian masker dilakukan untuk mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, dan masyarakat, agar risiko paparan abu vulkanik dapat diminimalisasi,” katanya.

Baca juga penjelasan dosen soal enam gunung api yang erupsi bersamaan

“Selain di shuttle, kami juga turun langsung ke fakultas untuk memastikan suasana kampus tetap kondusif. Harapannya, proses pembelajaran dapat berjalan normal dan nyaman,” tambahnya.

Baca juga pelatihan kesehatan jiwa pascabencana yang digerakkan kampus

Bagikan

Baca Juga

Warga menyaksikan erupsi Gunung Sinabung dari atas angkutan umum di Kabupaten Karo, Sumatera Utara
Dosen UGM: Erupsi Freatik Sinabung Nyaris Tanpa Tanda Awal
Ilustrasi tegakan pohon yang hangus pada lahan bekas kebakaran hutan
Anggaran BNPB Turun, Pakar UMY Minta Mitigasi Tak Dipangkas
Ilustrasi gunung api yang tengah erupsi dengan kepulan asap tebal
Dosen UGM: Enam Gunung Api Erupsi Bersamaan Soal Waktu
Kerucut Gunung Marapi menjulang di atas hamparan sawah hijau di Sumatera Barat di bawah langit berawan tebal.
Arsip Lahar Marapi dan Peringatan dari Nagari
Peta Evakuasi Tsunami yang Digambar Warga Purus
Peta Evakuasi Tsunami yang Digambar Warga Purus
Banjir Bandang Batu Busuk: Bukan Sekadar Banjir Besar
Banjir Bandang Batu Busuk: Bukan Sekadar Banjir Besar