Dosen UGM: Erupsi Freatik Sinabung Nyaris Tanpa Tanda Awal

A A

Warga menyaksikan erupsi Gunung Sinabung dari atas angkutan umum di Kabupaten Karo, Sumatera Utara. [Foto: Humas UGM]

Cekricek.id — Dosen Departemen Geografi Lingkungan UGM Indranova Suhendro menyebut erupsi Gunung Sinabung kemungkinan besar berjenis freatik yang nyaris tanpa tanda peringatan.

Penjelasan itu ia sampaikan melalui laman resmi UGM, Rabu (09/09/2026).

Aktivitas Sinabung meningkat sejak 31 Agustus 2026 dan statusnya naik dari Level II Waspada ke Level III Siaga.

Gunung itu berada di Kabupaten Karo, Sumatera Utara.

“Kemungkinan besar erupsi Gunung Sinabung termasuk dalam kategori erupsi freatik. Di sini tidak ada magma yang naik,” katanya.

“Untuk sementara, kita tidak punya tanda peringatannya. Jika airnya sudah mendidih, maka ia akan meledak,” ujarnya.

Baca juga penjelasan dosen yang sama soal enam gunung api yang erupsi bersamaan

Kolom abu tercatat 3.500 meter di atas puncak atau 5.960 meter di atas permukaan laut.

“Kolom abu Sinabung yang dihasilkan mencapai sekitar tiga kilometer, dan materialnya yang tampak sangat halus,” katanya.

“Karena kita sedang di musim kemarau, maka anginnya akan cenderung ke arah timur,” ujarnya.

Baca juga dampak abu erupsi terhadap air dan lahan

“Riset itu perlu selalu digalakkan dan diintensifkan supaya kita bisa lebih berkenalan dengan gunung api tersebut,” katanya.

Baca juga penyiapan warga menghadapi bencana di tingkat desa

“Selalu patuhi aturan dari PVMBG. Mereka yang berwenang untuk memberi kebijakan terkait zona bahaya,” ujarnya.

Bagikan

Baca Juga

Karhutla Meluas, Dekan Biologi UGM: Jangan Cuma Respons Darurat
Reklasifikasi MSCI Bisa Picu Lingkaran Setan, Kata Guru Besar UGM
Dosen UGM: 40 Persen Kasus Demensia Bisa Dicegah Sejak Dini
Ekonom UGM: Denda OJK Rp2,1 Triliun Saja Belum Cukup
IHSG Anjlok 11,57 Persen, Ekonom UGM: Belum Tanda Krisis
Belanja Kesehatan 3 Persen PDB, Pakar UGM Dorong Revisi UU SJSN