Cekricek.id — Teaching farm UGM diresmikan Fakultas Kedokteran Hewan di Kalurahan Dengok, Playen, Gunungkidul, dan kini mengelola sekitar 8.500 ekor ternak.
Peresmian Smart Veterinary Teaching Farm itu berlangsung Sabtu, 5 September 2026, seperti dimuat dalam keterangan resmi Universitas Gadjah Mada, Senin (07/09/2026).
Fasilitas peternakan edukatif berbasis teknologi cerdas itu dikembangkan sebagai wahana pembelajaran, penelitian berbasis pengalaman langsung, dan pengabdian kepada masyarakat.
Koordinator fasilitas tersebut, Dinar Arifianto, menjelaskan pengembangannya dilakukan bertahap dengan melibatkan berbagai mitra.
“Populasinya saat ini kurang lebih 8.500 ekor, terdiri dari sapi perah, sapi potong, kambing, domba, kuda, dan burung unta,” ujarnya.
Selain itu terdapat beragam jenis unggas, serta fasilitas produksi pakan dan hijauan sekaligus pengolahan hasil peternakan.
Baca juga pelantikan dokter spesialis baru di fakultas kedokteran negeri
Dekan Fakultas Kedokteran Hewan UGM, Teguh Budipitojo, menyebut keberadaan teaching farm merupakan bagian penting pendidikan kedokteran hewan.
Menurut dia, hal itu sejalan dengan rekomendasi World Organisation for Animal Health agar institusi pendidikan kedokteran hewan memiliki fasilitas untuk berinteraksi langsung dengan hewan.
“Pendidikan kedokteran hewan itu membutuhkan wahana untuk para mahasiswa melakukan hands-on kepada hewan-hewan produksi di masyarakat,” jelasnya.
Lewat fasilitas itu mahasiswa dapat mempelajari langsung aspek produksi, kesehatan, kesejahteraan hewan, hingga pengelolaan peternakan.
Wahana Praktik Jadi Penghubung Kampus dengan Industri
Teguh menambahkan fasilitas tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi mahasiswa, tetapi juga menghubungkan perguruan tinggi dengan industri, pemerintah, dan masyarakat.
Salah satu bentuknya adalah kerja sama dengan PT Sido Agung Group dan PT Juang Jaya Abdi Alam dalam pengembangan sapi Brahman Cross.
Direktur Pengabdian kepada Masyarakat UGM, Rustamadji, menilai keberadaan laboratorium hidup semacam itu memperkuat hilirisasi pendidikan dan penelitian.
“Dedikasi dari Fakultas Kedokteran Hewan untuk mendidik dan menyelenggarakan pendidikan kedokteran hewan dalam bentuk yang lebih applied, hands-on, ini suatu hal yang luar biasa,” tuturnya.
Baca juga kajian restorasi mangrove di pantai utara Jawa
Pemerintah Gunungkidul Berharap Peternak Ikut Memanfaatkan
Staf Ahli Bupati Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Gunungkidul, Wibawanti Wulandari, menyebut fasilitas itu menjembatani pengetahuan akademik dan kebutuhan peternak di lapangan.
“Kehadiran fasilitas SVTF di Kalurahan Dengok pada hari ini adalah kado terindah, tidak hanya bagi UGM tetapi juga bagi kemajuan peternakan di daerah Gunungkidul,” katanya.
Ia berharap peternak di Dengok dan seluruh Gunungkidul memanfaatkannya untuk meningkatkan keterampilan di bidang peternakan dan kesehatan hewan.
“Kami berharap agar para peternak di Kalurahan Dengok dan seluruh Gunungkidul dapat belajar meningkatkan keterampilan serta memanfaatkan keahlian kedokteran hewan modern,” harapnya.
Baca juga program studi kependidikan yang meraih akreditasi unggul
Peresmian itu menjadi bagian rangkaian Dies Natalis ke-80 atau Lustrum ke-16 Fakultas Kedokteran Hewan UGM.
Prosesi ditandai penandatanganan prasasti oleh Teguh Budipitojo serta penyerahan simbolis empat ekor sapi dan empat ekor kambing kepada delapan warga sekitar melalui program gaduhan.
Rangkaian dilanjutkan dengan penanaman pohon oleh jajaran dekanat, perwakilan Pemerintah Kabupaten Gunungkidul, dan Direktur Pengabdian kepada Masyarakat UGM.
Kalurahan dan kapanewon adalah sebutan resmi untuk desa dan kecamatan di Daerah Istimewa Yogyakarta.














