IPB Kaji Restorasi Mangrove Pantai Utara Jawa di Indramayu

A A

Ilustrasi — tegakan mangrove muda dan akar napas di hamparan lumpur pesisir. [Foto: Pexels]

Cekricek.id — Peneliti muda Pusat Penelitian Lingkungan Hidup IPB University mengkaji program restorasi mangrove di pesisir Indramayu, Pantai Utara Jawa, dengan dukungan proyek FINCAPES.

Berdasarkan keterangan tertulis IPB University, Kamis (03/09/2026), kajian itu berlangsung sejak Agustus 2025 hingga Agustus 2026 dan memadukan data fisik, data ekologi, serta kondisi sosial masyarakat untuk merancang rehabilitasi yang sesuai dengan kondisi lokasi.

Perwakilan Pusat Penelitian Lingkungan Hidup IPB University, Tarisa Fadilah, menyebut lokasi studi berada di sekitar daerah aliran sungai Cimanuk. “Kegiatan ini berlangsung sejak Agustus 2025 hingga Agustus 2026. Lokasi studi berada di sekitar pesisir Indramayu, terutama sekitar daerah aliran sungai (DAS) Cimanuk,” katanya.

Baca juga Itera Kaji Ketangguhan Pelabuhan Panjang Hadapi Tsunami

Data fisik yang dikumpulkan mencakup sedimentasi, batimetri, dan perubahan garis pantai, sedangkan data ekologi meliputi kualitas air serta substrat. Survei sosial ekonomi dilakukan di enam desa.

Kepala Pusat Penelitian Lingkungan Hidup IPB University, Yudi Setiawan, menyatakan penilaian aspek sosial diperlukan agar kebijakan rehabilitasi mangrove tidak berhenti pada kebenaran ilmiah.

Baca juga ITB Pasang Filtrasi Pasir Lambat untuk Air Gambut Dumai

“Penilaian terhadap aspek sosial dilakukan agar kebijakan yang dihasilkan oleh program rehabilitasi mangrove selama ini tidak hanya benar secara sains, tetapi juga mempunyai nilai manfaat dan diterima dengan baik oleh penduduk sekitar yang memanfaatkan sumber daya mangrove tersebut,” katanya.

FINCAPES merupakan program kolaborasi riset internasional yang berfokus pada perubahan iklim, ketahanan wilayah, dan pengelolaan ekosistem. Melalui skema pendanaan I-CAN Sync, program itu mendukung kerja sama perguruan tinggi, lembaga riset, dan mitra terkait.

Baca juga Mahasiswa UMM Buat Mesin Daur Ulang Plastik Kampung Biru

“Kegiatan bersama FINCAPES dengan dukungan dari universitas dalam dan luar negeri, maupun lembaga penelitian seperti BRIN diharapkan akan memperluas dampak dan kontribusi PPLH IPB University pada level nasional maupun internasional,” ujar Yudi.

IPB University tidak menyebutkan nilai pendanaan untuk kajian ini, luas kawasan mangrove yang ditinjau, maupun waktu penyerahan hasilnya kepada pemerintah daerah.

Bagikan

Baca Juga

Layar laptop menampilkan grafik dan bagan data di atas meja kerja
UNS Luncurkan UNS Meter, Platform Riset dan Survei Digital
Pemandangan udara bukit-bukit karst, sawah, dan permukiman di kawasan Rammang-Rammang
Titik Paling Lunak Karst Rammang-Rammang Ada di Tepi Sawah
Mesin pencacah plastik berwarna biru dengan corong pemasukan di bagian atas berdiri di dalam ruangan.
Mahasiswa UMM Buat Mesin Daur Ulang Plastik Kampung Biru
Sejumlah pria berdiri mengelilingi tiga tabung filtrasi putih di halaman berlatar spanduk kegiatan.
ITB Pasang Filtrasi Pasir Lambat untuk Air Gambut Dumai
Hutan mangrove rimbun dengan akar tunjang di tepi perairan yang tenang
Peneliti IPB Kaji Restorasi Mangrove Pantai Utara Jawa
Hamparan sawah hijau berundak dilihat dari udara dengan seorang petani di kejauhan
ITS dan BRMP Jatim Terapkan Platform Dekarbonisasi Padi