Cekricek.id — Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya melantik 18 dokter spesialis dari enam program studi di Auditorium Gedung GPP lantai enam kampus tersebut, Jumat (04/09/2026).
Keenam program studi itu adalah Anestesiologi dan Terapi Intensif, Dermatologi Venereologi dan Estetika, Jantung dan Pembuluh Darah, Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi, Obstetri dan Ginekologi, serta Patologi Klinik, menurut keterangan tertulis Universitas Brawijaya, Jumat (04/09/2026).
Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya, Wisnu Barlianto, menyatakan kelulusan spesialis bukan titik akhir pendidikan. “Menjadi dokter spesialis berarti memiliki tanggung jawab yang semakin besar,” katanya.
Baca juga USK Latih 17 Tenaga Kependidikan UTU untuk Fakultas Kedokteran
Wisnu meminta lulusan menempatkan kepentingan dan keselamatan pasien di atas pertimbangan lain. “Junjung tinggi janji profesi yang telah diucapkan,” ujarnya.
Direktur Rumah Sakit Saiful Anwar, Mochamad Bachtiar Budianto, menyatakan proses belajar tidak berhenti setelah pendidikan spesialis selesai. “Setelah menyelesaikan pendidikan, proses belajar tidak berhenti,” katanya.
Baca juga Untan Latih Relawan Tangani Sesak Napas Korban Kabut Asap
Bachtiar menyebut pelayanan kesehatan menuntut kerja sama antarprofesi. “Pelayanan kesehatan merupakan kerja bersama,” ujarnya.
Dari 18 lulusan, enam berasal dari Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi dan enam dari Patologi Klinik. Tiga lulusan berasal dari Anestesiologi dan Terapi Intensif, sedangkan Dermatologi Venereologi dan Estetika, Jantung dan Pembuluh Darah, serta Obstetri dan Ginekologi masing-masing meluluskan satu dokter spesialis.
Baca juga Media Belajar Mahasiswa UNY Disiapkan untuk 81 SLB di DIY
Universitas Brawijaya tidak menyebutkan berapa lulusan yang akan bertugas di rumah sakit pendidikan kampus itu maupun sebaran penempatan mereka ke daerah lain.














