Cekricek.id — Klinik Pratama Universitas Tanjungpura melatih relawan menangani warga yang sesak napas akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan di Pontianak, Kalimantan Barat, Rabu (2/9/2026). Materi pelatihan mencakup pemasangan oksigen hingga deteksi dini titik api.
Pelatihan penguatan resiliensi kesehatan masyarakat terhadap dampak karhutla itu digelar di Gedung B Klinik Pratama Untan, Jalan Karangan, Bansir Laut, bersama ASA Foundation, menurut keterangan tertulis Universitas Tanjungpura, Kamis (03/09/2026). Kegiatan ini melengkapi layanan oksigen yang lebih dulu dibuka klinik.
Peserta menerima materi mitigasi bencana, penanganan darurat karhutla, dampak asap terhadap kesehatan, perlindungan kelompok rentan, penggunaan masker respirator, serta deteksi dini titik api. Sesi berikutnya berisi materi dan praktik penatalaksanaan bantuan karhutla di lapangan.
Baca juga IPB Bangun Pemantau Kualitas Udara Dampak Karhutla Harian
“Pelatihan ini bertujuan agar relawan mampu menangani masyarakat yang mengalami sesak napas, termasuk dalam pemasangan oksigen, memahami penanganan dan mitigasi bencana, serta mengetahui langkah-langkah penanganan kebakaran hutan dan lahan,” kata Ns. Faisal Kholid Fahdi, S.Kep., Ners., M.Kep., M.Pd.
Menurut Faisal, relawan perlu dibekali kemampuan dasar penanganan karena merekalah yang lebih dulu bertemu warga terdampak asap di lapangan. Materi terapi oksigen dan penanganan hipoksia disampaikan Dr. Poppy Novitarini M. Ked (An), SpAn-TI, Subsp M.N (K).
Pelatihan melengkapi program Oksipoin atau Rumah Oksigen yang dibuka klinik sejak 1 September 2026. Dua posko sudah beroperasi, yakni di sekretariat Klinik Pratama Untan di Pontianak dan di halaman Kantor Bupati Kubu Raya. Posko ketiga di Kabupaten Kayong Utara masih disiapkan.
Baca juga Undip Serahkan Lima Unit Pengolah Air Bencana ke BNPB
Selain memberi akses oksigen, posko menyediakan penanganan awal keluhan pernapasan serta edukasi warga tentang cara menekan paparan asap. Klinik membuka posko itu setelah kabut asap di Kalimantan Barat dinilai makin mengganggu pernapasan warga, terutama kelompok rentan.
Penyediaan oksigen berlangsung hingga waktu yang belum ditentukan dan dievaluasi setiap dua minggu. Sasaran layanan adalah kelompok rentan, seperti bayi, anak, lansia, ibu hamil, dan penyandang gangguan pernapasan yang terdampak asap karhutla di Kalimantan Barat.
Baca juga Dosen UGM Bawa Layanan Rontgen Keliling untuk Eliminasi TB
Dalam keterangan terpisah, Kepala Klinik Pratama Untan Dr. Eka Ardiani Putri, M.Mkes., MH., menyebut layanan itu dirancang menjawab kebutuhan mendesak warga. “Dampak Rumah Oksigen dapat dirasakan secara langsung selama masyarakat membutuhkan bantuan, terutama dalam memenuhi kebutuhan oksigen dan penanganan awal keluhan pernapasan,” ujarnya.
Klinik tidak menyebutkan jumlah relawan yang mengikuti pelatihan, kapasitas tabung oksigen di tiap posko, jam layanan, maupun sumber pendanaan program. Angka indeks standar pencemar udara Pontianak selama periode tersebut juga tidak disampaikan, begitu pula lama pelatihan dan penempatan relawan setelahnya.
Untan menyatakan kolaborasi dengan ASA Foundation diarahkan memperkuat kesiapan masyarakat menghadapi dampak karhutla, tidak hanya lewat layanan kesehatan, tetapi juga dengan menambah kapasitas relawan yang bekerja langsung di lapangan.














