Cekricek.id — Mahasiswa Universitas Diponegoro dari tujuh bidang keilmuan dibuka aksesnya untuk magang di kawasan industri pengolahan nikel Weda Bay, Halmahera Tengah, dengan tempat tinggal, tiket pesawat, dan uang saku ditanggung perusahaan. Kesepakatan diteken di Semarang, Jumat (4/9/2026).
Nota kesepahaman ditandatangani Rektor Undip Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si., bersama General Manager HRD PT Indonesia Weda Bay Industrial Park Roslina Sangaji di Ruang Rapat Rektor, Gedung Widya Puraya, Kampus Tembalang, menurut keterangan tertulis Universitas Diponegoro, Jumat (04/09/2026).
Program magang terbuka terutama bagi mahasiswa teknik kimia, teknik industri, teknik elektro, teknik mesin, geodesi, geologi, serta pendidikan vokasi. Perusahaan menyiapkan hunian berstandar apartemen di kawasan khusus, konsumsi gratis, asuransi, seragam kerja, tiket penerbangan pulang-pergi, dan uang saku selama program berjalan.
Baca juga Undip Serahkan Lima Unit Pengolah Air Bencana ke BNPB
“Kawasan industri kami berkembang sangat pesat dan membutuhkan talenta-talenta hebat dari perguruan tinggi unggulan seperti UNDIP untuk dibina hingga mampu mengisi posisi kunci perusahaan,” kata Roslina. Ia menyebut perusahaan tidak hanya menawarkan pengalaman magang, tetapi juga ekosistem kerja profesional bagi peserta. “Kami berharap para mahasiswa UNDIP berani mengambil peluang ini dan membawa cerita inspiratif saat kembali ke kampus,” ujarnya.
Suharnomo menilai jarak antara kampus dan industri masih lebar. “Sering kali wacana link and match diperbincangkan, namun fakta di lapangan justru berjalan sendiri-sendiri. Melalui silaturahmi dan kerja sama yang konkret seperti ini, kita bisa saling memahami potensi satu sama lain,” tuturnya. Menurut dia, Undip terbuka untuk kerja sama perekrutan maupun magang agar lulusannya lebih siap masuk dunia kerja.
Baca juga UB Minta 1.500 Mahasiswa Jalur Prestasi Tak Berhenti Latihan
Dokumen kerja sama berfokus pada pengembangan Tridharma perguruan tinggi, terutama peningkatan sumber daya manusia lewat program magang, serta bidang lain yang dapat dikembangkan sesuai kebutuhan kedua pihak. Durasi magang disebut dapat diselaraskan dengan kebutuhan akademik mahasiswa.
Kawasan yang dikelola PT IWIP di Halmahera Tengah tidak hanya memproses nikel. Di dalamnya terdapat aktivitas manufaktur nikel, pembangkit listrik, pelabuhan, serta industri pendukung, sehingga mahasiswa berpeluang mengenal manajemen operasi dan kebutuhan kompetensi pada industri berskala besar. Lingkungan kerja lintas bidang itu, menurut keterangan Undip, dapat menjadi ruang belajar untuk mengenal penerapan teknologi dan pengelolaan sumber daya manusia.
Baca juga Rektor UNS ke 933 Mahasiswa Baru: AI Jangan Ganti Pikiran
Rincian fasilitas dan gambaran ekosistem kerja itu merupakan pemaparan pihak perusahaan dalam acara penandatanganan, bukan hasil penilaian independen. Undip menyebut kolaborasi ini sebagai upaya mempertemukan kompetensi akademik dengan kebutuhan nyata dunia kerja.
Undip dan PT IWIP belum menyebutkan berapa mahasiswa yang akan diberangkatkan pada angkatan pertama, kapan program dimulai, dan berapa besaran uang saku yang disiapkan. Mekanisme seleksi peserta juga tidak dijelaskan dalam keterangan tersebut.
Penandatanganan dihadiri Wakil Rektor Akademik dan Kemahasiswaan Undip Prof. Dr.rer.nat. Ir. Heru Susanto, S.T., M.M., M.T., serta Senior Superintendent HRD PT IWIP Nizma Triana dan Supervisor HRD Mulyawati E. Baridji.














