Tim Tanggap Bencana UNDIP Layani Penyintas Gempa di NTT

A A

Bentang alam Lingko di Flores, Nusa Tenggara Timur. Foto arsip, bukan dari lokasi layanan tim. [Foto: Sidiq Pambudi/Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0]

Cekricek.id — Tim Diponegoro Disaster Assistance Response Team mendarat di Nusa Tenggara Timur pada Selasa (25/08/2026) dan akan bertahan di sana sampai 5 September.

Dua belas hari, lima wilayah kerja, dan satu daftar layanan yang mencakup pemeriksaan fisik sampai sesi bercerita untuk anak-anak.

Tim inti D-DART Universitas Diponegoro berisi enam orang: perawat Ns. Marsha Yoke Nancy, S.Kep., M.Sc.; psikolog Aldani Putri Wijayanti, S.Psi., M.Sc.; tenaga kesehatan M. Umar Dani, S.Kep. dan M. Ilham Deryan Martono; serta dua dokter, dr. Hasbullah Kasim dan dr. Ryco Giftyan Ardika. Di luar tim inti ikut dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa dari latar medis maupun nonmedis, ditambah relawan dari luar kampus.

Lima Wilayah, Satu Rute

Layanan dijalankan di Kupang, Ende, Aimere, Kabupaten Nagekeo, Kabupaten Sikka, dan Kabupaten Manggarai. Tim bekerja dari sekolah dasar dan pos tanggap darurat yang tersedia di lokasi.

Baca juga UNAIR Lepas Tim Medis Tanggap Darurat Gempa Menuju NTT

Pemeriksaan medis mencakup pemeriksaan fisik dari kepala hingga kaki, pengukuran tanda vital, dan pengecekan pengisian kapiler. Tim juga menyediakan dukungan layanan bedah.

Menurunkan Angka Morbiditas

Psikolog tim, Aldani Putri Wijayanti, menjelaskan alasan pemeriksaan itu dilakukan sejak awal.

Baca juga UGM Kirim Tim Medis dan 40 Kg Obat ke Gempa NTT

“Screening dan pemeriksaan kesehatan pada penyintas ini merupakan salah satu upaya menurunkan angka morbiditas. Selain layanan anastesi dan bedah diberikan serta layanan psikososial khususnya kepada anak-anak di daerah terdampak,” katanya.

Baca juga UGM dan RSUD Tais Jajaki Kerja Sama Dokter Spesialis

Layanan psikososial diberikan lewat sesi bercerita dan berbagi, dengan sasaran utama anak-anak, lansia, dan perempuan.

D-DART bekerja bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah, satuan TNI Angkatan Laut, dinas pendidikan setempat, dan kepolisian.

Bagikan

Baca Juga

Separuh Perokok Penyintas Gempa Turki Mengisap Lebih Banyak Rokok
Usai Gempa Turki, Banyak Keluarga Sulit Bicara tapi Tak Berobat
Sensor Gempa Bawah Air Buatan UGM Diuji di Kedalaman 30 Meter
Gempa Gorkha 2015 Hapus 473 Ribu Tahun Hidup Warga Nepal
Sanksi Adat Perzinahan Abui Dibayar Moko, Bukan Hukuman Fisik
Rumpun Bahasa Lamaholot di Lembata, Empat dari Tujuh Menurun