Cekricek.id — Universitas Diponegoro menyerahkan lima Unit Pengolahan Air Tanggap Bencana kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana di halaman Widya Puraya, Semarang, Selasa (01/09/2026). Setiap unit dirancang menghasilkan 20 ribu liter air bersih dan 2 ribu liter air siap minum per hari.
Kelima unit itu akan lebih dulu disiagakan di Jawa Tengah, menurut keterangan tertulis Universitas Diponegoro, Selasa (01/09/2026). Teknologinya dikembangkan tim yang dipimpin Prof. Dr. I Nyoman Widiasa, S.T., M.T., dan mulai dilirik BNPB setelah lembaga itu berkunjung ke kampus pada 2025.
Baca juga Rektor UNS ke 933 Mahasiswa Baru: AI Jangan Ganti Pikiran
Rektor Undip, Prof. Dr. Suharnomo, menempatkan penyerahan itu sebagai jalan riset kampus sampai ke lapangan.
Baca juga Mahasiswa UNAIR Sulap Bambu Betung Jadi Penyaring Air Bencana
“Undip sangat berkomitmen untuk mendarmabaktikan hasil riset dan inovasi agar dapat memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.
Nyoman menyebut penyerahan tersebut sebagai langkah pembuka. “Ini merupakan awal kontribusi Undip dalam mendukung tanggap bencana di Indonesia,” ujarnya.
Baca juga Mahasiswa UGM Ubah Bekatul Jadi Plester Penurun Lemak Darah
Perwakilan mitra BNPB, Martino Budiawan, menyoroti kemampuan alat itu mengolah air sampai layak diminum, bukan sekadar bersih. “Teknologi Undip dapat mengolahnya hingga menjadi air yang siap dikonsumsi,” katanya.
Kampus belum menyebutkan biaya pembuatan tiap unit, kebutuhan daya listriknya, maupun siapa yang menanggung perawatan setelah unit berada di tangan BNPB.














