Mahasiswa UGM Ubah Bekatul Jadi Plester Penurun Lemak Darah

A A

Ilustrasi butiran beras yang kulit arinya menjadi bekatul. [Foto: Pexels/Gana JP]

Cekricek.id — Lima mahasiswa Universitas Gadjah Mada mengembangkan plester kulit berbahan bekatul beras putih untuk terapi dislipidemia, gangguan kadar lemak darah yang menjadi bagian dari sindrom metabolik. Formulasinya sudah diuji pada 25 tikus jantan yang dibagi ke dalam lima kelompok.

Tim yang menamakan diri BRANOVATE itu bekerja di bawah Program Kreativitas Mahasiswa bidang Riset Eksakta, menurut keterangan tertulis Universitas Gadjah Mada, Selasa (01/09/2026). Anggotanya Fauzia Amrina Rosyada, Elvira Nathania Ardiani, Aurora Khanifa Jati, Cika Aida Pusparani, dan Najwa Rachma Marsanti, dengan pembimbing Dr. apt. Adhyatmika.

Baca juga Mahasiswa UGM Kembangkan Obat TBC yang Dihirup ke Paru

Ketua tim, Fauzia Amrina Rosyada, menyebut bahan bakunya selama ini hanya menjadi limbah penggilingan padi.

Baca juga Peneliti UGM: Kolagen Kulit Kambing Bisa Turunkan Tensi

“Di tengah permasalahan sindrom metabolik, kami melihat limbah bekatul beras putih memiliki kandungan yang berpotensi membantu memperbaiki profil lipid,” katanya.

Senyawa yang dibidik adalah gama-orizanol dari bekatul beras putih. Sasaran terapinya kolesterol total, trigliserida, dan kolesterol jahat.

Baca juga Mahasiswa UNAIR Sulap Bambu Betung Jadi Penyaring Air Bencana

Bentuk plester dipilih karena jalur minum dinilai kurang efektif. “Namun, pemanfaatannya secara oral masih memiliki keterbatasan bioavailabilitas, jadi kami mengembangkan bekatul dalam bentuk nanoemulsi transdermal,” ujar Fauzia.

Pengujian baru sampai tahap hewan coba. Tim belum menyebutkan hasil pengukuran profil lipid pada kelima kelompok tikus, dan belum ada rencana uji klinis pada manusia maupun jadwal produksi.

Bagikan

Baca Juga

Sepasang tangan memegang film rontgen dada di depan cahaya
Dosen UGM Bawa Layanan Rontgen Keliling untuk Eliminasi TB
Kawanan kambing merumput di padang rumput hijau
Peneliti UGM: Kolagen Kulit Kambing Bisa Turunkan Tensi
Laci kaca berisi ratusan spesimen serangga berlabel
UGM Lantik Lima Kurator Keanekaragaman Hayati Angkatan Baru
Rumpun batang bambu tua yang tumbuh rapat di hutan
Mahasiswa UNAIR Sulap Bambu Betung Jadi Penyaring Air Bencana
Bakteri Mycobacterium tuberculosis berbentuk batang di bawah mikroskop elektron
Mahasiswa UGM Kembangkan Obat TBC yang Dihirup ke Paru
Halaman rumput dan Gedung Pusat Universitas Gadjah Mada
Wilang Lulus Sarjana UGM pada Usia 19 Tahun 9 Bulan