Mahasiswa UGM Kembangkan Obat TBC yang Dihirup ke Paru

A A

Bakteri Mycobacterium tuberculosis di bawah mikroskop elektron. [Foto: Janice Carr/CDC via Wikimedia Commons, Domain Publik]

Cekricek.id — Obat tuberkulosis biasanya ditelan, lalu menempuh perjalanan panjang lewat peredaran darah sebelum sampai ke paru. Lima mahasiswa Universitas Gadjah Mada mencoba memotong jalan itu.

Tim Levocross mengembangkan formulasi levofloksasin dalam bentuk nanopartikel berbasis asam hialuronat untuk dihantarkan langsung ke paru melalui inhalasi.

Lima Nama, Dua Fakultas

Tim itu beranggotakan Alphatar Magnus Jonathan Tambunan, Emeliana Putri Ayu Ningsih, dan Ernestus Revan Yogantara Arjuna dari Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan, serta Desrika Dwi Handayani dan Fatharani Hasya Tsabita dari Fakultas Farmasi.

Baca juga UGM Gandeng Kampus Australia Riset Etika AI

Penelitian ini berjalan di bawah bimbingan Dr.rer.nat. Ronny Martien, M.Si. dari Fakultas Farmasi UGM dan masuk dalam Program Kreativitas Mahasiswa bidang Riset Eksakta 2026.

Mencari Formulasi Paling Optimal

Anggota tim, Alphatar Magnus Jonathan Tambunan, menjelaskan bahwa penelitian mereka belum selesai.

Baca juga Kesehatan Jantung Perempuan: Skor Naik, Risiko Tetap

“Penelitian ini masih terus berjalan sehingga berbagai pengujian yang kami lakukan menjadi bagian penting untuk mengetahui formulasi yang paling optimal,” katanya.

Diuji dengan Nebulizer

Pengujian tidak berhenti di laboratorium kimia. Formulasi itu juga dicoba pada alat yang akan dipakai pasien.

Baca juga Tiga Sekuens Bakteri Vagina Diperiksa Lewat Basis Data NCBI

“Selain itu, formulasi juga diuji menggunakan nebulizer untuk melihat kemampuannya menghasilkan aerosol sebagai bagian dari pengembangan pemberian obat melalui inhalasi,” ujar Alphatar.

Asam hialuronat dipilih sebagai bahan pembawa nanopartikel karena sifatnya yang dapat mengarahkan obat ke sel sasaran di jaringan paru.

Bagikan

Baca Juga

Halaman rumput dan Gedung Pusat Universitas Gadjah Mada
Wilang Lulus Sarjana UGM pada Usia 19 Tahun 9 Bulan
Pemandangan udara kawasan kampus Universitas Gadjah Mada
Diskusi UGM Soal Batas Antara Merawat dan Menjual Budaya
Peraih Nobel Perdamaian Kailash Satyarthi berbicara dalam UGM Annual Lecture Nobel Laureate Series di Universitas Gadjah Mada.
Nobel Kailash Satyarthi: Bawa KKN UGM ke Panggung Global
Tim riset mahasiswa Universitas Negeri Padang mengukur vegetasi hutan nagari di Sijunjung
Riset Mahasiswa UNP Ukur Karbon Hutan Nagari Sijunjung
Suasana diskusi soal pengangguran terpelajar di Universitas Gadjah Mada
Guru Besar UGM: Penganggur Lulusan Perguruan Tinggi Tembus 1,03 Juta Orang
Bangunan puskesmas satu lantai berdinding polos di kawasan perdesaan dengan beberapa sepeda motor terparkir di halamannya
26,8 Persen Puskesmas di Indonesia Belum Punya Dokter Gigi