Cekricek.id — Obat tuberkulosis biasanya ditelan, lalu menempuh perjalanan panjang lewat peredaran darah sebelum sampai ke paru. Lima mahasiswa Universitas Gadjah Mada mencoba memotong jalan itu.
Tim Levocross mengembangkan formulasi levofloksasin dalam bentuk nanopartikel berbasis asam hialuronat untuk dihantarkan langsung ke paru melalui inhalasi.
Lima Nama, Dua Fakultas
Tim itu beranggotakan Alphatar Magnus Jonathan Tambunan, Emeliana Putri Ayu Ningsih, dan Ernestus Revan Yogantara Arjuna dari Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan, serta Desrika Dwi Handayani dan Fatharani Hasya Tsabita dari Fakultas Farmasi.
Baca juga UGM Gandeng Kampus Australia Riset Etika AI
Penelitian ini berjalan di bawah bimbingan Dr.rer.nat. Ronny Martien, M.Si. dari Fakultas Farmasi UGM dan masuk dalam Program Kreativitas Mahasiswa bidang Riset Eksakta 2026.
Mencari Formulasi Paling Optimal
Anggota tim, Alphatar Magnus Jonathan Tambunan, menjelaskan bahwa penelitian mereka belum selesai.
Baca juga Kesehatan Jantung Perempuan: Skor Naik, Risiko Tetap
“Penelitian ini masih terus berjalan sehingga berbagai pengujian yang kami lakukan menjadi bagian penting untuk mengetahui formulasi yang paling optimal,” katanya.
Diuji dengan Nebulizer
Pengujian tidak berhenti di laboratorium kimia. Formulasi itu juga dicoba pada alat yang akan dipakai pasien.
Baca juga Tiga Sekuens Bakteri Vagina Diperiksa Lewat Basis Data NCBI
“Selain itu, formulasi juga diuji menggunakan nebulizer untuk melihat kemampuannya menghasilkan aerosol sebagai bagian dari pengembangan pemberian obat melalui inhalasi,” ujar Alphatar.
Asam hialuronat dipilih sebagai bahan pembawa nanopartikel karena sifatnya yang dapat mengarahkan obat ke sel sasaran di jaringan paru.














