Cekricek.id — Rata-rata lulusan sarjana Universitas Gadjah Mada berusia 22 tahun 6 bulan. Roxaline Sih Tanwinilang menerima ijazahnya pada usia 19 tahun 9 bulan 20 hari.
Perempuan yang biasa dipanggil Wilang itu diwisuda di Grha Sabha Pramana, Rabu (19/08/2026), bersama 3.193 lulusan sarjana lain. Ia menyelesaikan studi di Program Studi Biologi, Fakultas Biologi UGM.
Dua Kelas dalam Satu Tahun
Percepatan itu dimulai jauh sebelum ia masuk kampus.
Baca juga UGM dan RSUD Tais Jajaki Kerja Sama Dokter Spesialis
“Saya masuk SD usianya belum genap lima tahun. Saya juga menyelesaikan kelas 4 dan 5 dalam satu tahun berdasarkan rekomendasi guru,” kata Wilang.
Baca juga Diskusi UGM Soal Batas Antara Merawat dan Menjual Budaya
Julukan dari teman-temannya ia anggap gurauan belaka. “Teman-teman saya selalu panggil saya orang termuda di dunia, tapi itu cuma percandaan,” ujarnya.
Kulit Batang Phellodendron
Skripsinya berjudul Profil Metabolit Sekunder dan Aktivitas Antioksidan Ekstrak Kulit Batang dan Daun Phellodendron amurense Rupr.
Baca juga Bappenas: Hasil Riset Kampus Harus Dipakai Industri
“Ditemukan beberapa senyawa metabolit sekunder yang mengandung potensi sebagai antioksidan. Tetapi, tumbuhan ini belum efektif digunakan sebagai sumber senyawa antioksidan,” katanya menjelaskan hasil penelitiannya.
Setahun di Yamagata
Pada semester lima dan enam, Wilang mengikuti pertukaran pelajar selama satu tahun di Faculty of Agriculture, Yamagata University, Jepang.
“Saya sangat menghargai dukungan dari dosen dan tenaga kependidikan Fakultas Biologi. Dari berangkat, selama di Jepang, sampai pulang, semuanya didukung,” ujarnya.
Pesannya untuk mahasiswa lain singkat. “Emang kita harus lebih aktif. UGM sangat mendukung kalau kita mau menjadikan UGM sebagai salah satu langkah menuju keberhasilan,” katanya.













