Cekricek.id — Air bah datang bukan dari satu arah. Air terjun muncul dari tebing yang sebelumnya kering, batu besar meluncur, dan tanah longsor terjadi di banyak titik sekaligus.
Banjir bandang melanda dasar Grand Canyon di Arizona, Amerika Serikat, pada Sabtu (29/08/2026). Enam puluh dua orang dievakuasi dan sekitar 15 orang belum diketahui nasibnya.
Yang Dilihat Para Pendaki
Seorang dokter yang sedang mendaki di kawasan itu, Parth Desai, menggambarkan detik-detik air datang.
Baca juga Lima Ratus Pekerja Diduga Terjebak di Terowongan Banjir Nepal
“Kami melihat sungai kecil itu meluap, air terjun bermunculan entah dari mana; batu-batu besar, lumpur, tanah longsor terjadi di mana-mana,” katanya.
Baca juga Korban Banjir Bandang Nepal Tembus 600 Orang
Banjir menerjang kawasan Bright Angel Canyon, termasuk area perkemahan Bright Angel dan jalur pendakian North Kaibab, serta penginapan Phantom Ranch di dasar ngarai.
Bentang Alam yang Bergerak
Direktur Pusat Studi Sungai Colorado di Utah State University, Jack Schmidt, menempatkan peristiwa itu sebagai watak kawasan tersebut.
Baca juga Banjir Bandang Batu Busuk: Bukan Sekadar Banjir Besar
“Ini pengingat betapa dinamis dan aktifnya bentang alam Grand Canyon,” katanya.
Bright Angel Creek yang biasanya berupa aliran kecil menjadi jalur utama air bah menuju Sungai Colorado.
Pencarian terhadap orang-orang yang belum ditemukan berlanjut hingga Minggu pagi waktu setempat.














