Cekricek.id — Sekitar lima ribu sopir truk di Bosnia dan Herzegovina menghadapi batas yang sama: 90 hari dalam setiap 180 hari untuk berada di kawasan Schengen. Bagi mereka, angka itu memangkas separuh waktu kerja.
Kelompok pengusaha angkutan di Balkan Barat mengancam memblokade perbatasan dengan Uni Eropa pada 14 September 2026 jika aturan itu tidak dilonggarkan.
Separuh Waktu Kerja Hilang
Sopir truk yang mengkhususkan diri pada angkutan internasional, Adis Casevic, menggambarkan akibatnya pada penghasilan.
Baca juga Ratusan Warga Ceuta Protes Penanganan Krisis Migran
“Diperbolehkan tinggal 90 hari dalam enam bulan itu praktis separuh waktu kerja kami. Kami tidak bisa menghidupi keluarga dengan cara begitu,” katanya.
Baca juga Spanyol Balas Italia dengan Kontrol Perbatasan, Schengen Retak
Batas itu terasa makin ketat sejak Sistem Masuk dan Keluar Uni Eropa mulai berlaku pada April 2026. Sebelumnya, catatan hari tinggal tidak seketat sekarang.
Permintaan kepada Brussels
Ketua Logistika BiH, Zijad Saric, menyampaikan tuntutan kelompoknya.
“Kami meminta Uni Eropa memperpanjang lama waktu yang boleh dihabiskan sopir kami di kawasan Schengen,” katanya.
Baca juga Diperkirakan Lebih dari 60 Orang Meninggal Akibat Kapal Tenggelam di Dekat Cape Verde
Kawasan Schengen kini mencakup 25 negara anggota Uni Eropa ditambah Swiss, Norwegia, Islandia, dan Liechtenstein.
Enam Puluh Persen Perdagangan
Uni Eropa menyerap lebih dari 60 persen total perdagangan Balkan Barat sepanjang 2025. Serbia mencatat perdagangan luar negeri 39 miliar euro pada paruh pertama 2026, 58 persen di antaranya dengan Uni Eropa.
Bosnia dan Herzegovina membukukan nilai perdagangan 5,6 miliar euro pada kuartal pertama 2026. Blokade serupa pernah dilakukan secara terkoordinasi pada Januari 2026.













