Uni Eropa dan Rusia Bantu Serbia Padamkan Kebakaran

A A

Petugas pemadam kebakaran Rumania berupaya mencegah api menyala kembali sambil menangani tanah yang masih membara seusai kebakaran di cagar alam Deliblato Sands dekat Deliblato, Serbia, Minggu (23/08/2026). [Foto: Reuters]

Cekricek.id — Helikopter dan regu pemadam dari sejumlah negara Uni Eropa bergabung dengan petugas Serbia untuk menjinakkan kebakaran besar yang telah berkobar berpekan-pekan di cagar alam Deliblatska Pescara dekat Beograd, sementara pesawat pengebom air Ilyushin Il-76 milik Rusia membantu memadamkan api di kawasan pegunungan Stolovi.

Operasi pemadaman masih berlanjut hingga Senin (24/08/2026). Kebakaran terpisah di pegunungan Stolovi, di bagian barat daya Serbia, dilaporkan sudah dapat dikendalikan setelah bantuan pesawat Rusia diterjunkan, menurut laporan Al Jazeera, Senin (24/08/2026).

Beograd Minta Bantuan Rusia dan Uni Eropa

Presiden Serbia Aleksandar Vucic menyatakan negaranya berpaling kepada Uni Eropa sekaligus Rusia begitu terlihat bahwa sumber daya Serbia sendiri tidak lagi mencukupi untuk menghadapi api.

“Begitu kami sadar bahwa kekuatan kami sendiri sudah tidak memadai, kami langsung meminta bantuan darurat kepada Rusia dan mekanisme Eropa,” kata Vucic.

Permintaan bantuan resmi diajukan Serbia pada Jumat pekan lalu. Uni Eropa merespons dengan mengirim empat helikopter Black Hawk dari Rumania, Slovakia, dan Republik Ceko, ditambah tim pemadam kebakaran beserta kendaraan dari Jerman dan Rumania. Helikopter milik militer Serbia turut dikerahkan mendukung operasi di darat.

Baca juga NASA Buru Awan Api PyroCb Kebakaran Hutan di Utah

Lebih dari 400 Petugas Dikerahkan Tiap Hari

Menteri Dalam Negeri Serbia Ivica Dacic menggambarkan keadaan di lapangan belum membaik meski bantuan asing berdatangan.

“Situasinya sangat sulit,” kata Dacic seperti dikutip Euronews, Minggu (23/08/2026). Ia menambahkan bahwa “lebih dari 400 orang dikerahkan di sana setiap hari” untuk menahan laju api.

Kebakaran di Deliblatska Pescara, cagar alam yang dilindungi sekitar 60 kilometer dari Beograd, telah melalap lebih dari 1.600 hektare lahan. Sebanyak 168 ton air dijatuhkan dari udara pada dua titik kebakaran, terdiri atas 126 ton di Deliblatska Pescara dan 42 ton di Stolovi.

Pesawat Ilyushin Il-76 Rusia mulai beroperasi sejak Kamis pekan lalu, sedangkan armada Uni Eropa bekerja bergantian dengan regu darat Serbia yang berupaya mencegah bara menyala kembali di lahan gambut dan padang pasir berumput yang kering.

Baca juga Prabowo: 15.000 Hektare Karhutla Riau Sudah Ditangani

Regu pemadam Rumania termasuk yang bekerja di garis depan Deliblatska Pescara, menyisir tanah yang masih mengepulkan asap untuk mencegah api menyala lagi dari bara di bawah permukaan. Deliblatska Pescara dikenal sebagai hamparan pasir bervegetasi yang luas dan berstatus kawasan lindung, sehingga kebakaran di sana sulit dipadamkan karena bara dapat bertahan lama di lapisan bawah tanah.

Api Menyeberang ke Makedonia Utara

Kobaran api tidak berhenti di wilayah Serbia. Kebakaran juga merembet hingga ke Makedonia Utara dan merusak sejumlah rumah warga.

“Api melahap segalanya,” kata Ljubce Ivanski, petani yang lahannya terdampak kebakaran.

Musim kebakaran tahun ini di Balkan diperparah musim panas yang luar biasa panas dan kering. Suhu ekstrem serta kekeringan panjang membuat vegetasi mudah tersulut dan api cepat menyebar begitu angin kencang bertiup.

Baca juga Rusia Siap Dengar Ide Baru Akhiri Perang Ukraina

Gelombang Panas Melanda Kawasan

Serbia bukan satu-satunya negara di kawasan yang berjibaku dengan api. Kebakaran besar melanda daerah perbatasan Bosnia dan Kroasia sejak Sabtu, memaksa evakuasi desa-desa di sekitar Ivanica serta penutupan jalan utama yang menghubungkan Trebinje di Bosnia dengan Dubrovnik di Kroasia.

Regu pemadam Kroasia dan Bosnia bekerja bersama dengan dukungan helikopter di tengah cuaca panas dan angin kencang, sementara api menyebar di medan berdiameter lebih dari 16 kilometer. Kawasan Trebinje disebut tidak diguyur hujan selama berbulan-bulan sebelum kebakaran terjadi.

Cuaca ekstrem pada saat bersamaan menghantam kawasan lain di Eropa. Di Spanyol, banjir menerjang Provinsi Tarragona setelah curah hujan lebih dari 145 milimeter mengguyur wilayah itu dan melukai 11 orang serta mengacaukan perjalanan kereta dan jalan raya. Di Valencia, kebakaran yang dipicu sambaran petir di dekat Segorbe menghanguskan sekitar 630 hektare lahan dan memaksa lebih dari 1.000 warga Gatova mengungsi, menurut laporan Euronews, Minggu (23/08/2026).

Bagikan

Baca Juga

Putin: Perundingan Damai dengan Ukraina Sulit Segera Dilanjutkan
Serangan Rusia Tewaskan 15 Orang di Zaporizhzhia, Ukraina
Trump Umumkan Rusia Pasok 300.000 Ton Solar ke Pasar Global
Trump Nyatakan AS Siap Bantu Rusia Tangani Wabah Pes di Siberia
Zelenskyy: Drone Rusia Tenggelamkan Kapal di Perairan Rumania
Vucic Mulai Kampanye Rebut Kursi Perdana Menteri Serbia