Cekricek.id — Presiden UEFA Aleksander Ceferin menyatakan tidak berminat menggantikan Gianni Infantino di kursi Presiden FIFA, tetapi menegaskan koleganya itu harus mundur atau menghadapi penantang pada pemilihan Maret mendatang. Pernyataan itu disampaikan Ceferin dalam siniar The Rest is Politics pada Senin (24/08/2026), menurut laporan Al Jazeera.
Ceferin menjadi salah satu pengkritik paling lantang sejak Infantino membuka rencana menarik investasi swasta ke sebuah perusahaan yang akan mengelola turnamen-turnamen FIFA. Rencana itu kini sudah dibatalkan, tetapi tekanan agar Infantino melepas jabatan tidak mereda.
Dua Alasan Menolak Pencalonan
Pria Slovenia berusia 58 tahun itu menyebut ada dua alasan mengapa dirinya menutup pintu pencalonan.
“Alasan pertama, saya mencintai UEFA dan saya senang bekerja di sini, dan saya pikir pada titik tertentu sudah waktunya juga menikmati hidup sedikit,” kata Aleksander Ceferin.
Baca juga Nordik Tak Percaya Infantino, Tuntut Reformasi FIFA
“Dan poin kedua, kredibilitas saya jauh, jauh lebih tinggi kalau saya tidak berminat pada posisi itu,” ujarnya menambahkan.
Dua Pilihan untuk Infantino
Ceferin, yang mengaku belum berbicara dengan Infantino sejak kemelut ini bergulir, memetakan dua kemungkinan jalan keluar menjelang Kongres FIFA di Maroko pada Maret.
“Ada dua pilihan. Pilihan pertama, dia menyadari bahwa dia tidak punya dukungan, dan itu bukan hanya dukungan politik dari mereka yang memberi suara, melainkan dukungan politik komunitas sepak bola, dukungan politik suporter, dukungan politik para pemain, mantan pemain, dan pelatih,” kata Presiden UEFA itu.
“Dan pilihan kedua, dia maju ke pemilihan pada Maret, tetapi dalam hal itu saya pikir akan ada kandidat yang melawannya. Saya belum tahu siapa,” lanjutnya.
Infantino Bergeming di Karibia
Infantino menghabiskan akhir pekan di Republik Dominika untuk menemui pejabat sepak bola lokal dan regional. Kunjungan itu dilakukan meski Presiden CONCACAF Victor Montagliani disebut telah memintanya menjauh dari turnamen kelompok umur di sana.
Baca juga CONCACAF Minta Infantino Absen dari Turnamen U-14 CFU
Dalam rekaman video yang dirilis FIFA pada Minggu (23/08/2026), pria 56 tahun itu menyinggung kegaduhan yang mengepungnya.
“Penting untuk terlibat, untuk berdialog, untuk menyampaikan pandangan dan pendapat,” kata Gianni Infantino. “Banyak hal terjadi dalam beberapa pekan terakhir, dan penting bahwa Anda mendengar, Anda menyimak, dan Anda juga bisa menyampaikan apa yang Anda rasakan.”
Peta Dukungan Menjelang Kongres Maret
UEFA sempat mengancam memboikot kompetisi FIFA, dan sejumlah federasi benua maupun negara menarik dukungan mereka. Sikap UEFA didukung konfederasi Asia melalui AFC serta CONCACAF yang menaungi Amerika Utara, Amerika Tengah, dan Karibia.
Presiden CONCACAF Victor Montagliani dan Presiden AFC Sheikh Salman bin Ebrahim Al Khalifa disebut sebagai dua nama yang paling mungkin menantang Infantino. Sementara itu Infantino, yang menjabat sejak 2016 menggantikan Sepp Blatter, masih mengantongi dukungan blok Afrika dan Amerika Selatan serta bertumpu pada asosiasi anggota berukuran kecil untuk memenangi masa jabatan hingga 2031.
Baca juga FairSquare Desak FIFA Tolak Pencalonan Ulang Infantino
FIFA belum menanggapi permintaan komentar Al Jazeera atas kritik Ceferin.
















