Cekricek.id — Sekitar 100 orang, termasuk 35 anggota kepolisian, mengalami luka-luka akibat kerusuhan suporter pada laga putaran pertama Piala Jerman antara tuan rumah Waldhof Mannheim dan Kaiserslautern, Jumat (21/08/2026) malam waktu setempat. Jumlah korban itu dikonfirmasi kepolisian setempat, menurut laporan Al Jazeera, Sabtu (22/08/2026).
Pertandingan yang digelar di Carl-Benz-Stadion, Mannheim, tersebut sudah berstatus berisiko tinggi jauh sebelum bola bergulir karena panasnya persaingan antarpendukung kedua klub. Laga akhirnya dihentikan sekitar 30 menit pada penghujung waktu normal ketika kedudukan masih 0-0.
Flare dari Tribun Tamu, Lapangan Diserbu
Kepolisian menyebut suporter di tribun tim tamu melepaskan flare ke arah tribun utama. Pendukung tuan rumah kemudian merangsek masuk ke dalam lapangan sebagai reaksi atas serangan tersebut.
Sebanyak 85 orang disebut membutuhkan penanganan medis, delapan di antaranya harus dilarikan ke rumah sakit untuk perawatan lanjutan. Pertandingan baru bisa dilanjutkan setelah polisi turun ke lapangan dalam jumlah besar dan memaksa massa kembali ke sisi tribun pendukung tuan rumah dengan tindakan fisik.
Baca juga Timnas U-20 Tatap Malaysia di Kualifikasi Piala Asia U-20
Hampir 1.400 personel kepolisian dikerahkan untuk mengamankan duel dua klub yang markasnya hanya terpisah sekitar 50 kilometer itu. Laga tuntas dengan skor 1-0 lewat gol Ibrahim Kanate pada menit ke-120, ketika perpanjangan waktu nyaris habis, sehingga Kaiserslautern melaju ke putaran kedua.
Wali Kota Mannheim Sebut Batas Sudah Dilanggar
Pemerintah Kota Mannheim mengeluarkan pernyataan resmi menyusul kerusuhan itu. Wali Kota Mannheim Christian Specht menegaskan tidak ada ruang sedikit pun bagi kekerasan di dalam stadion.
“Saya mengecam sekeras-kerasnya kekerasan brutal di dalam stadion. Batas-batas di sana jelas sudah dilanggar,” kata Specht dalam keterangan tertulis Pemerintah Kota Mannheim, Minggu (23/08/2026).
Baca juga Supercup Jerman: Bayern Bidik Trofi di Kandang Dortmund
Specht menyebut ribuan penggemar sepak bola sudah menantikan derbi Piala Jerman itu sejak berpekan-pekan sebelumnya. Ia mendoakan kesembuhan cepat bagi seluruh korban luka dan menilai konsep pengamanan yang disusun bersama oleh pemerintah kota, kepolisian, layanan darurat, serta perwakilan klub sudah berjalan sebagaimana mestinya dan disesuaikan saat dibutuhkan.
Klub Janji Usut Bersama DFB
Wakil Wali Kota Mannheim Volker Proffen mengakui adanya keluhan warga soal sejumlah pembatasan sementara menjelang laga. Meski begitu, ia membela langkah yang diambil para pemangku kepentingan demi menjamin kedatangan dan kepulangan kedua kelompok suporter berjalan tertib.
“Keputusan-keputusan yang diambil para penanggung jawab sepenuhnya tepat,” tegas Proffen.
Baca juga Gempa Tokyo M5,9 Melukai 37 Orang di Lima Prefektur
Proffen menyampaikan terima kasih kepada 1.400 personel kepolisian negara bagian dan federal, operator angkutan umum rnv yang menambah frekuensi perjalanan, pegawai pemerintah kota, hingga petugas kebersihan jalan yang bekerja lembur. Ia menyebut arus kedatangan dan kepulangan suporter berlangsung tanpa insiden berarti di wilayah kota.
Dari sisi klub, 1. FC Kaiserslautern mengecam keras seluruh rangkaian kejadian tersebut. Menurut keterangan tertulis klub, Sabtu (22/08/2026), sebuah derbi memang hidup dari emosi, tetapi pelanggaran batas yang membahayakan keselamatan semua orang tidak bisa ditoleransi.
Klub asal Kaiserslautern itu menyatakan segala bentuk kekerasan sama sekali tidak punya tempat di dalam stadion dan bertentangan dengan nilai yang mereka pegang. Mereka juga menyoroti penggunaan piroteknik yang membahayakan keselamatan penonton di dalam stadion pada malam pertandingan.
Kaiserslautern turut menyampaikan apresiasi kepada wasit Robert Schröder beserta timnya, serta kepada aparat kepolisian, pemadam kebakaran, layanan palang merah, dan petugas keamanan yang bertugas malam itu. Klub menegaskan akan mengusut tuntas kejadian ini bersama SV Waldhof Mannheim, federasi sepak bola Jerman DFB, otoritas keamanan, dan kelompok suporter mereka sendiri.
















