Cekricek.id — Presiden CONCACAF Victor Montagliani meminta Presiden FIFA Gianni Infantino membatalkan rencana menghadiri turnamen sepak bola usia muda di Republik Dominika akhir pekan ini. Permintaan itu disampaikan lewat surat resmi di tengah krisis tata kelola yang mengguncang badan sepak bola dunia tersebut.
Menurut laporan Al Jazeera, Sabtu (22/08/2026), surat itu dikirim Montagliani kepada Infantino pada Jumat (21/08/2026) dan salinannya diperoleh kantor berita Reuters. Dalam surat tersebut, Montagliani menyebut krisis tata kelola yang melingkupi FIFA sebagai alasan utama permintaannya.
Isi Surat Presiden CONCACAF
Ajang yang dimaksud adalah CFU U-14 Series, kompetisi pembinaan usia muda yang digelar Caribbean Football Union. Infantino dilaporkan berencana hadir di turnamen itu saat melawat ke Republik Dominika akhir pekan ini.
Montagliani, yang juga menjabat wakil presiden Dewan FIFA, khawatir kehadiran Infantino justru menggeser fokus pemberitaan dari lapangan ke kisruh internal organisasi. Ia menilai sorotan media akan mengubur nilai teknis kompetisi anak-anak tersebut. Nada suratnya sopan, tetapi pesannya tidak bisa disalahartikan.
Baca juga Nordik Tak Percaya Infantino, Tuntut Reformasi FIFA
“Sebagaimana Anda mungkin ketahui, rencana kehadiran Anda telah menarik perhatian media yang sangat besar,” tulis Montagliani dalam surat itu.
“Media akan berfokus pada situasi ini, yang sayangnya akan sangat mengurangi sifat teknis dari kompetisi usia muda CFU,” ujar pria yang memimpin konfederasi Amerika Utara, Amerika Tengah, dan Karibia tersebut.
Baca juga Bolivia Pecat Menteri Ekonomi di Tengah Krisis Terburuk
“Karena itu, dengan hormat saya meminta Anda, atas nama sepak bola, untuk mempertimbangkan kembali kehadiran Anda karena hal itu sayangnya akan merusak sifat teknis dari kegiatan pembinaan usia muda yang penting ini,” tegas Montagliani.
Sambutan Pemerintah Republik Dominika
Berbeda dengan sikap CONCACAF, pemerintah tuan rumah justru menyambut hangat kedatangan Infantino. Presiden FIFA itu diterima di Punta Cana oleh Menteri Olahraga dan Rekreasi Republik Dominika Kelvin Cruz.
“Kami sangat menghargai kunjungan Anda ke Republik Dominika. Tanpa ragu, kehadiran Anda di negara kami menempatkan kami di radar sepak bola internasional dan membuka peluang besar bagi pertumbuhan serta perkembangan sepak bola Dominika,” kata Cruz dalam keterangan tertulis.
Baca juga Vicario Resmi ke Juventus, Dipinjam dari Tottenham
Selain Cruz, Infantino juga disambut Presiden Federasi Sepak Bola Dominika Jose Deschamps, Komisioner Nasional Sepak Bola Benny Metz, dan Presiden Komite Olimpiade Dominika Garibaldy Bautista Lorenzo. Rangkaian penyambutan itu memperlihatkan betapa berbedanya kalkulasi asosiasi kecil dan konfederasi besar terhadap sosok Infantino saat ini.
Tekanan dari Tiga Konfederasi
Posisi Infantino mulai goyah setelah proposalnya untuk menjual sebagian kepemilikan Piala Dunia dibatalkan. Tiga konfederasi — UEFA yang menaungi Eropa, AFC yang membawahi Asia, dan CONCACAF — kini secara terbuka menuntutnya mundur dari kursi presiden.
Administrator asal Swiss tersebut bahkan berpotensi menghadapi mosi tidak percaya dari kekuatan-kekuatan regional sepak bola dunia. Skenario itu belum pernah terjadi selama satu dekade kepemimpinannya di Zurich. Tiga konfederasi yang menekan mewakili sebagian besar asosiasi anggota FIFA, sehingga suara mereka menentukan dalam setiap pemungutan suara di Kongres.
Infantino diketahui mengincar masa jabatan keempat hingga 2031. Namun sejumlah asosiasi nasional dan pejabat kunci telah menarik dukungan mereka, sehingga jalan menuju periode tambahan itu kian terjal.
Al Jazeera Sport menyatakan sudah menghubungi FIFA untuk meminta tanggapan atas surat Montagliani. Hingga laporan tersebut diturunkan, belum ada respons resmi dari markas besar FIFA maupun dari Infantino sendiri.
Bagi kawasan Karibia, polemik ini datang pada saat yang kurang menguntungkan. CFU U-14 Series sejatinya dirancang sebagai etalase bakat muda dari negara-negara kepulauan yang jarang mendapat panggung, bukan arena pertarungan politik di tingkat elite sepak bola dunia. Federasi-federasi kecil di kawasan itu bergantung pada program pembinaan semacam ini untuk menjaga regenerasi pemain.
















