Cekricek.id — Presiden Bolivia Rodrigo Paz memecat Menteri Ekonomi Jose Gabriel Espinoza pada Jumat (21/08/2026), beberapa jam setelah Kongres meloloskan mosi kecaman terhadap sang menteri. Pemecatan itu memukul pemerintah tepat ketika Paz berupaya meyakinkan parlemen untuk meloloskan paket pinjaman Dana Moneter Internasional senilai US$1,9 miliar.
Menurut laporan Al Jazeera, Jumat (21/08/2026), Paz menunjuk Menteri Lingkungan Hidup Oscar Mario Justiniano Pinto sebagai pelaksana tugas menteri ekonomi. Pemerintah tidak menyebutkan kapan pengganti tetap akan diumumkan.
Espinoza dikecam parlemen setelah tidak hadir dalam dengar pendapat mengenai pengelolaan ekonomi. Ia juga dituding memalsukan dokumen pembelian sebuah mobil Audi Q4 seharga US$5.000, jauh di bawah harga pasar. Espinoza membantah dan menyebut selisih itu kekeliruan administratif, menurut laporan kantor berita Associated Press, Jumat (21/08/2026).
Paket IMF US$1,9 Miliar Menggantung
Espinoza adalah figur sentral dalam perundingan dengan IMF. Menurut keterangan tertulis Dana Moneter Internasional, Rabu (29/07/2026), staf IMF dan otoritas Bolivia mencapai kesepakatan tingkat staf untuk fasilitas Extended Fund Facility berdurasi 36 bulan senilai US$1,9 miliar atau setara 1.369 juta SDR, sekitar 570 persen dari kuota Bolivia di lembaga tersebut.
Baca juga Bank Dunia: Ekonomi Lebanon Menyusut 6,4 Persen 2026
“Kesepakatan ini bergantung pada persetujuan Dewan Eksekutif IMF dan pada pelaksanaan langkah-langkah awal yang telah disepakati,” kata ketua tim staf IMF untuk Bolivia, Joana Pereira, dalam keterangan itu.
Program tersebut diperkirakan menarik pembiayaan tambahan lebih dari US$5 miliar dari Bank Dunia, Bank Pembangunan Antar-Amerika, dan mitra pembangunan lain selama masa program. Pemerintah Paz juga tengah mengejar restu Kongres untuk pinjaman Bank Dunia senilai US$200 juta, menurut laporan Associated Press, Jumat (21/08/2026).
Ekonomi Menyusut, Subsidi BBM Dicabut
Bolivia sedang melewati guncangan ekonomi terburuk dalam empat dekade. Menurut laporan Reuters, Selasa (11/08/2026), perekonomian negara itu diperkirakan menyusut 3,3 persen sepanjang 2026, dibebani anjloknya produksi gas alam, cadangan devisa yang terkuras, dan defisit fiskal yang melampaui 10 persen dari produk domestik bruto.
Baca juga Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,45% Semester I 2026, Hilirisasi Jadi Penggerak
Paz, yang terpilih pada Oktober 2025 dengan janji “kapitalisme untuk semua”, mencabut subsidi bahan bakar yang sudah berjalan puluhan tahun pada Desember 2025 demi menyelamatkan cadangan dolar. Harga melonjak, blokade jalan meluas, dan pada Juni 2026 ia menyatakan keadaan darurat setelah gelombang unjuk rasa berkepanjangan.
Tekanan belum mereda. Pemerintah menaikkan harga solar untuk pembelian curah sebesar 84 persen pada pekan ini, memicu kemarahan petani dan seruan mogok, menurut laporan Associated Press, Jumat (21/08/2026). Data kemiskinan 2024 menunjukkan lebih dari 37 persen penduduk Bolivia hidup di bawah garis kemiskinan nasional.
Koalisi Retak, Oposisi Menyerang
Kekalahan di Kongres menandai retaknya dukungan legislatif bagi Paz. Partai tengah-kanan Unidad Nacional, salah satu penopang utamanya, menarik dukungan pekan lalu karena menilai presiden terlalu bersandar pada dekret. Kongres kini terpecah ke dalam enam blok tengah-kanan tanpa mayoritas yang bisa diandalkan.
Baca juga Kemenkeu: Ekonomi Triwulan II 2026 Tumbuh 5,29% Didorong Konsumsi dan Investasi
“Yang mereka lakukan hanyalah meminta pinjaman dan pinjaman lagi tanpa mengubah model ekonomi,” ujar politikus Aliansi Unidad, Carlos Alarcon, menurut laporan Reuters, Selasa (11/08/2026).
Kubu oposisi kiri menuntut transparansi atas syarat-syarat IMF. Anggota parlemen dari Aliansi Rakyat, Rolando Pacheco, menegaskan presiden harus membuka seluruh dokumen kepada parlemen. “Kami perlu tahu komitmen apa yang sedang ia buat,” tegas Pacheco.
Mantan Presiden Bolivia Evo Morales, yang dikenai surat perintah penangkapan pada Juli 2026, menuding pemerintah memburunya untuk “menutupi drama sesungguhnya yang dialami Bolivia: krisis ekonomi dan sosial yang dalam”, tulisnya di media sosial.
















