Harga Emas Tertinggi Tiga Bulan, Perak Tembus US$70

Harga Emas Tertinggi Tiga Bulan, Perak Tembus US$70

Batangan emas satu kilogram tersimpan di dalam ruang brankas penyimpanan di Jerman. [Foto: Angelika Warmuth/Reuters]

Cekricek.id — Harga emas melesat ke level tertinggi dalam tiga bulan terakhir pada perdagangan Jumat (21/08/2026), ditopang pelemahan dolar Amerika Serikat dan kekhawatiran investor terhadap membengkaknya utang pemerintah AS. Perak ikut terangkat hingga menembus US$70 per ons troi untuk pertama kalinya sejak pertengahan Juni 2026.

Harga emas spot naik 1,5 persen ke posisi US$4.587,23 per ons troi. Sepanjang sesi, logam mulia itu sempat menyentuh US$4.601,29 per ons troi, level tertinggi sejak 15 Mei 2026, menurut laporan Reuters, Jumat (21/08/2026). Kontrak berjangka emas Amerika Serikat menguat 1,6 persen ke US$4.645 per ons troi.

Baca juga Harga Emas Antam Melonjak Rp80.000 per Gram, Tembus Rp2,76 Juta

Penguatan tidak hanya terjadi pada emas. Pada hari yang sama, perak spot naik 2 persen ke US$69,48 per ons troi, platinum melonjak 2,5 persen ke US$1.873,58 per ons troi, dan paladium bertambah 1,2 persen ke US$1.349,58 per ons troi.

Dolar Melemah, Utang AS Tembus US$40 Triliun

Indeks dolar AS bergerak di bawah level 99,00 dan bertahan di dekat titik terendah tiga bulan, menurut laporan Kitco News, Jumat (21/08/2026). Pelemahan mata uang itu membuat emas lebih murah bagi pembeli yang memegang mata uang selain dolar.

Baca juga Harga Minyak Brent Stabil di US$91,87 per Barel

Kepala Strategi Komoditas Saxo Bank Ole Hansen menilai reli logam mulia dipicu kegagalan otoritas fiskal AS meredam keresahan pasar. “Emas kembali melonjak setelah kemunduran pada Kamis ketika imbal hasil obligasi tenor panjang naik menyusul wawancara Bessent yang gagal meredam kekhawatiran investor soal utang AS yang membengkak dan keberlanjutan fiskal,” kata Hansen.

Baca juga DEN: Harga Bawang Turun, Daging Ayam Naik 9,2 Persen

Kekhawatiran fiskal itu tecermin di pasar obligasi. Imbal hasil surat utang pemerintah AS bertenor 10 tahun berada di kisaran 4,7 persen dan tenor 30 tahun sekitar 5,25 persen pada Jumat, setelah keduanya menyentuh 4,75 persen dan 5,33 persen sehari sebelumnya, menurut laporan Euronews, Jumat (21/08/2026). Utang nasional Amerika Serikat kini telah melampaui US$40 triliun.

Bessent Janjikan Pembelian Kembali Obligasi

Menteri Keuangan Amerika Serikat Scott Bessent menegaskan pemerintahnya siap memperbesar program pembelian kembali surat utang bertenor panjang demi menekan imbal hasil. Ia berbicara kepada wartawan di luar Gedung Putih, Washington, Jumat (21/08/2026).

“Sebagian dari langkah ini adalah pemberian sinyal, untuk menunjukkan bahwa kami yakin imbal hasil tersebut tidak mencerminkan fundamental yang mendasarinya,” ujar Bessent. Ia menambahkan nilai pembelian kembali bisa melampaui US$4 miliar per seri surat utang.

“Yang kami coba lakukan hanyalah membuat orang fokus pada fundamental dan tidak memperdagangkan judul berita pada periode sepi di pasar yang tipis,” tutur Bessent. Ia juga menyebut pemerintah akan mengumumkan penajaman fokus pada konsolidasi fiskal dalam waktu dekat.

Pasar Menanti Sinyal The Fed dari Jackson Hole

Arah harga logam mulia pekan ini akan banyak ditentukan simposium ekonomi Jackson Hole, forum tahunan bank sentral AS. Ketua Federal Reserve Kevin Warsh dijadwalkan berpidato untuk pertama kalinya di forum tersebut sejak menjabat, menurut laporan Bloomberg, Sabtu (22/08/2026).

Kepala Analis Pasar Bybit Han Tan memperkirakan investor menahan diri sebelum pidato itu. “Para pemburu logam mulia mungkin harus menunggu sinyal kebijakan terbaru The Fed dari Jackson Hole pekan depan sebelum mencoba merebut kembali level US$5.000,” sebut Tan.

Sepanjang pekan yang berakhir Jumat (21/08/2026), kontrak berjangka emas naik lebih dari 5 persen dan ditutup di US$4.661,60 per ons troi, sementara kontrak berjangka perak melonjak 6,46 persen. Ketegangan geopolitik di sekitar Selat Hormuz turut menopang permintaan aset lindung nilai, dengan harga minyak mentah Brent bertahan di kisaran US$93 per barel pada penutupan pekan.

Baca Juga

Bolivia Pecat Menteri Ekonomi di Tengah Krisis Terburuk
Bolivia Pecat Menteri Ekonomi di Tengah Krisis Terburuk
Seorang nasabah bank berunjuk rasa di depan kantor bank di Beirut
Bank Dunia: Ekonomi Lebanon Menyusut 6,4 Persen 2026
Kemenkeu: Investasi Rp1.931 Triliun Harus Berdampak Nyata bagi Rakyat
Kemenkeu: Investasi Rp1.931 Triliun Harus Berdampak Nyata bagi Rakyat
BCA Finance: Porsi Kredit Kendaraan Listrik Naik Jadi 15% Sepanjang 2026
BCA Finance: Porsi Kredit Kendaraan Listrik Naik Jadi 15% Sepanjang 2026
Harga Emas Antam Melonjak Rp80.000 per Gram, Tembus Rp2,76 Juta
Harga Emas Antam Melonjak Rp80.000 per Gram, Tembus Rp2,76 Juta
OJK Luncurkan Pramuka Cerdas Keuangan di Jambore Nasional XII 2026
OJK Luncurkan Pramuka Cerdas Keuangan di Jambore Nasional XII 2026