UGM Lantik Lima Kurator Keanekaragaman Hayati Angkatan Baru

A A

Ilustrasi laci koleksi spesimen serangga di museum sejarah alam. [Foto: Smirkybec/Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0]

Cekricek.id — Sebelum Universitas Gadjah Mada membukanya, program pendidikan kurator keanekaragaman hayati hanya ada di Cambridge University, Inggris. UGM menjadi yang pertama di Indonesia sekaligus di Asia.

Lima lulusan program itu dilantik pada Selasa (26/08/2026) setelah menempuh pendidikan selama 11 bulan 10 hari. Dengan tambahan ini, program tersebut telah meluluskan 22 kurator.

Rerata IPK 3,96

Kelima lulusan mencatat rerata indeks prestasi kumulatif 3,96. Lulusan terbaik, Henta Ria Anisa, menutup pendidikannya dengan IPK 4,00.

Baca juga Museum Biologi UGM Dinilai Gelap dan Tak Ada yang Bisa Dimainkan

Salah seorang lulusan, Dewantari Mega Sekti Alam Sari, telah bekerja di PT Sanjaya Reptile Indonesia.

Profesi yang Belum Banyak Dikenal

Dekan Fakultas Biologi UGM, Prof. Budi Daryono, menjelaskan mengapa profesi ini dibutuhkan.

Baca juga Analisis Genom Ungkap Spesies Baobab Baru di Madagaskar

“Profesi kurator keanekaragaman hayati memiliki peran penting dalam mendukung pengelolaan dan pelestarian biodiversitas Indonesia,” katanya.

Baca juga Populasi Gajah Sumatra Tinggal 900-an Ekor, Pakar IPB: Konservasi Tanggung Jawab Multipihak

Ia menyampaikan harapannya kepada para lulusan. “Kami berharap para kurator yang dilantik dapat menjalankan profesinya secara profesional dan memberikan manfaat bagi masyarakat, bangsa, serta kelestarian keanekaragaman hayati Indonesia,” ujarnya.

Dua Organisasi Profesi

Program ini dijalankan bersama Konsorsium Biologi Indonesia dan Indonesia Biologist Association.

Kurator keanekaragaman hayati bertugas mengelola koleksi spesimen makhluk hidup, mulai dari pendataan, perawatan, sampai penyusunan informasi ilmiahnya agar dapat dipakai untuk penelitian dan kebijakan konservasi.

Bagikan

Baca Juga

Kambing Perah Klaten Kena Gondok, Tim FKH UGM Ambil Sampel Darah
Pakar UGM Minta RI Dorong Sidang Darurat OKI soal Konflik Yaman
Mantan Hakim MK: Uji Materi Bisa Dipakai untuk Lemahkan Demokrasi
Benih Padi Gamagora 7 UGM Sudah Tersebar ke 11 Provinsi
Karhutla Capai 8,35 Juta Hektare, Pakar UGM: Gambut Harus Basah
Lapangan Kerja Menyempit, Investasi Asing Disebut Padat Modal