ITB Kumpulkan 70 UKM di Jatifest untuk Sambut Mahasiswa Baru

A A

Ilustrasi mahasiswa berjalan di lingkungan kampus. [Foto: Pexels/George Pak]

Cekricek.id — Lebih dari 70 unit kegiatan mahasiswa membuka lapak dalam satu hari di Kampus Jatinangor, Kabupaten Sumedang. Yang ditawarkan bukan mata kuliah, melainkan ruang di luar kelas.

Institut Teknologi Bandung menggelar ITB Jatinangor Festival 2026 pada Minggu (30/08/2026) untuk menyambut mahasiswa baru. Tema yang dipilih adalah Ruang Bertemu, Ruang Bertumbuh.

Bukan Sekadar Ruang Kuliah

Rektor ITB, Prof. Dr. Ir. Tatacipta Dirgantara, M.T., menjelaskan alasan festival itu diadakan.

Baca juga KKN ITB Talagasari: Air Bersih untuk 3.500 Warga

“Festival ini dibuat untuk menunjukkan bahwa ITB bukan hanya ruang kuliah hingga laboratorium, tetapi yang juga penting adalah atmosfer akademik yang unggul,” katanya.

Baca juga Mahasiswa UB Bangun Taman Toga Ber-QR Code di Lamongan

Selain lebih dari 70 unit kegiatan mahasiswa, festival itu menghadirkan 25 lembaga kemahasiswaan. Di antaranya Paduan Suara Mahasiswa ITB, Unit Basket Ganesha ITB, unit taekwondo, dan Aksantara ITB.

Kampus sebagai Tempat Lahirnya Ide

Staf Ahli Menteri Ekonomi Kreatif, Dian Permanasari, menempatkan pertemuan antarmahasiswa sebagai titik awal.

“Dari pertemuan-pertemuan inilah, sebuah ide dapat tumbuh menjadi karya dan kemudian menciptakan nilai,” katanya.

Baca juga Tim KKN UGM Susun Arsip Budaya Desa Bayan di Lombok Utara

Ia menambahkan, “Kampus bukan hanya tempat mencetak lulusan. Kampus adalah tempat lahirnya ide, riset, teknologi, inovasi, dan talenta.”

Empat Belas Kampus dalam Satu Konsorsium

ITB tercatat sebagai salah satu dari 14 perguruan tinggi yang tergabung dalam Konsorsium Ekonomi Kreatif.

Kampus Jatinangor sendiri menampung sejumlah program studi ITB dan berada sekitar 20 kilometer di timur Kota Bandung.

Bagikan

Baca Juga

Ngeuyeuk Seureuh Kian Jarang Digelar di Kampung Adat Cikondang
38,5 Persen Polusi PM2,5 Jakarta Datang dari Wilayah Sekitarnya
ITB dan Peruri Rancang Chip Paspor Elektronik Pertama di RI
Sebelum Defisit Dilonggarkan, Ekonom ITB Minta Belanja Dibenahi
Kasepuhan Ciptagelar Memakai Wisata agar Adatnya Diakui Negara
Sunda Wiwitan Masih Menunggu Pengakuan, RUU Adat Tertahan