Cekricek.id — Kampung Bowi Subur di Distrik Masni, Manokwari, Papua Barat, menjadi tujuan transmigrasi sejak 1985. Empat dasawarsa kemudian, akses air bersih di kawasan itu belum juga tuntas.
Tim Ekspedisi Patriot Universitas Airlangga memetakan persoalan itu selama kurang lebih 42 hari sejak 7 Agustus 2026. Enam anggota tim bekerja di kawasan transmigrasi yang dikenal sebagai SP6.
Tiga Belas Jalur Pemukiman
Ketua tim, Dr Sudarmaji SKM MKes, menjelaskan cakupan kerja mereka di lapangan.
Baca juga UNAIR Siapkan Kader Tangguh Bencana di Manokwari
“Kegiatan survei dan pemetaan menyasar seluruh wilayah kampung, termasuk 13 jalur pemukiman di SP6. Seluruh proses pemetaan dilakukan secara mandiri oleh anggota tim dengan memanfaatkan teknologi Sistem Informasi Geografis (SIG),” katanya.
Baca juga 24 dari 27 Depot Air Isi Ulang Padang Tercemar
Tim itu beranggotakan Leonardo Sayuna, Muhammad Nurriyanto, Zulfa Azzahra Mulia Putri, Muhammad Rafi Mufti, dan Titin Noerhalimah.
Sumur Bor sampai Penampungan Hujan
Pemetaan bukan tujuan akhir. Sudarmaji menyebut hasilnya akan dipakai untuk menyusun bentuk penanganan yang lebih permanen.
Baca juga Cuci Tangan di Panti Asuhan: Skor Awal Paling Rendah
“Kedepannya, intervensi yang akan dilakukan terdiri dari pembangunan sumur bor komunal, pembuatan media filtrasi, dan instalasi penampungan air hujan,” ujarnya.
Dua Sasaran Pembangunan Berkelanjutan
Kegiatan ini diarahkan untuk menopang dua sasaran Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, yaitu air bersih dan sanitasi layak serta pengurangan kesenjangan antarwilayah.
Ekspedisi Patriot merupakan program pengabdian masyarakat yang menempatkan tim dosen dan mahasiswa Universitas Airlangga di sejumlah kawasan transmigrasi di Indonesia.














