Cekricek.id — Terumbu karang hanya menutupi satu persen dasar laut dunia, tetapi menopang seperempat kehidupan laut. Laporan terbaru menyebut tutupan itu berisiko merosot dan tidak kembali.
Jaringan Pemantauan Terumbu Karang Global menerbitkan laporan yang memperingatkan penurunan tutupan karang dunia bisa mencapai titik yang tidak dapat dipulihkan.
Empat Puluh Tahun yang Stabil
Penulis utama laporan, ilmuwan di Australian Institute of Marine Science, Manuel Gonzalez Rivero, menunjuk satu tahun sebagai pembatas.
Baca juga Sulfat Dikira Mengunci Metana Mangrove, Ternyata Tidak
“Kami memiliki 40 tahun tutupan karang di seluruh dunia yang relatif tidak berubah sampai 2010,” katanya.
Baca juga Kumbang Pemangsa Siput Jepang Berevolusi Tanpa Sekat Laut
“Sejak 2010, ada perubahan yang sangat tajam,” ujar Gonzalez Rivero.
Waktu yang Tidak Diberikan
Karang sebenarnya mampu pulih. Persoalannya, menurut Gonzalez Rivero, jeda pemulihan itu tidak pernah cukup.
“Kalau kita memberi mereka cukup waktu, mereka punya kemampuan untuk pulih,” katanya. Ia menambahkan, “Tetapi kami tidak melihat waktu sebanyak itu diberikan.”
Baca juga KLH Kawal Registrasi Karbon dan RUU Perubahan Iklim
Alasannya ada pada frekuensi pemutihan karang. “Kenyataannya, frekuensi peristiwa pemutihan itu praktis berlipat dua,” ujarnya.
Rekor 2023
Peristiwa pemutihan pada 2023 menjadi yang terluas yang pernah tercatat, menerpa 77 persen kawasan terumbu karang dunia.
Para ilmuwan menilai peristiwa besar serupa “sangat mungkin” terjadi lagi pada tahun ini.














