Menkeu AS Sebut Sanksi Bank Baru untuk Iran Kekerasan Finansial

A A

Gedung Departemen Keuangan Amerika Serikat di Washington. [Foto: Rchuon24/Wikimedia Commons, CC BY-SA 3.0]

Cekricek.id — Menteri Keuangan Amerika Serikat, Scott Bessent, menyebut langkah yang sedang disiapkan pemerintahannya dengan istilah yang tidak lazim untuk urusan perbankan: kekerasan finansial.

Washington berencana menjatuhkan sanksi kepada satu bank lagi untuk menjaga tekanan ekonomi terhadap Iran, setelah pekan lalu menyasar hampir 60 individu dan entitas.

Dimulai dari Bank

Bessent menjelaskan alasan bank menjadi sasaran pertama.

Baca juga Islandia Tolak Buka Lagi Perundingan dengan Uni Eropa

“Kami memulai dari bank-bank, dan kami memberi tahu bank bahwa tidak boleh menyimpan uang Iran dan membantu rezim itu,” katanya.

Ia menambahkan, “Ini akan menjadi kekerasan finansial kalau memang harus.”

Baca juga Bursa Asia Melemah Sepekan, Nikkei Anjlok 4,4 Persen

Menurut Bessent, pesan itu ditujukan agar pihak yang terlibat merasa terpantau. “Kami menunjukkan kepada orang-orang bahwa kami tahu siapa kalian, kalian tahu siapa kalian, dan ini harus berhenti,” ujarnya.

Setiap Pekan

Bessent menyatakan langkah semacam itu tidak akan berhenti pada satu bank. “Kalian akan melihat lebih banyak lagi hal seperti ini setiap pekan,” katanya.

Baca juga Imbal Hasil Obligasi Global Turun, Dolar AS Melemah

Ditanya kemungkinan sanksi menyentuh Tiongkok, ia menjawab bahwa “semua pilihan ada di atas meja”.

Jawaban dari Teheran

Menteri Keuangan dan Urusan Ekonomi Iran, Ali Madanizadeh, menyatakan rangkaian sanksi terbaru itu akan gagal seperti yang sebelumnya.

Bank Misr, bank terbesar kedua Mesir, disebut termasuk lembaga yang berada dalam bidikan karena kegiatannya di Uni Emirat Arab.

Tekanan ekonomi ini berlangsung bersamaan dengan kembalinya pertukaran serangan militer antara Amerika Serikat dan Iran sejak Minggu (30/08/2026), setelah jeda sejak akhir Juli.

Bagikan

Baca Juga

Agen AI Akses Rekening Nasabah, Bank-Bank Besar AS Bertindak
Facebook Batasi Unggah Tautan, Pemilik Halaman Diminta Bayar
Baru Tiga Bulan Menjabat, COO Pertama Xbox Helen Chiang Hengkang
Dua Mantan Pejabat FBI Didakwa Terkait Kasus Laptop Hunter Biden
OpenAI Tak Lagi Latih Model AI di Internet Langsung
Delapan Menlu di Istanbul Peringatkan AS Tak Lagi Serang Iran