Iran Hantam Pangkalan AS di Yordania dan UEA Usai Serangan Larak

A A

Kapal induk USS Dwight D. Eisenhower melintasi Selat Hormuz. Foto arsip. [Foto: US Navy/Wikimedia Commons, Domain Publik]

Cekricek.id — Delapan rudal balistik memasuki wilayah udara Kerajaan Yordania pada Senin pagi (31/08/2026) dan dijatuhkan sistem pertahanan udara sebelum mengenai sasaran. Beberapa jam sebelumnya, pesawat Amerika Serikat membom Pulau Larak di mulut Selat Hormuz.

Serangan balasan Iran itu mengakhiri jeda sekitar sebulan dalam perang yang berjalan sejak 28 Februari. Sasaran yang disebut Korps Garda Revolusi Islam adalah pangkalan militer King Hussein dan Al Azraq di Yordania, serta pangkalan udara Al Menhad di Uni Emirat Arab.

Alasan Washington

Komando Pusat Amerika Serikat menyatakan serangan ke Pulau Larak bukan pembukaan babak baru, melainkan operasi terbatas.

“Tindakan terbatas dan presisi terhadap pasukan penebar ranjau Korps Garda Revolusi Islam yang menimbulkan ancaman nyata,” demikian pernyataan Komando Pusat Amerika Serikat.

Baca juga 400 Kapal Terjebak, Iran Sebut Selat Hormuz Masih Ditutup

Lembaga itu menambahkan, “Iran yang menciptakan ancaman itu dan militer Amerika Serikat melenyapkannya untuk melindungi warga sipil.”

Teheran Menyebut Kesalahan Fatal

Juru bicara Korps Garda Revolusi Islam, Sardar Mohebi, menilai keputusan Washington keliru sejak awal.

“Sebuah kesalahan strategis dan fatal,” katanya menanggapi serangan itu.

Dalam pernyataan resminya, Korps Garda Revolusi Islam menyebut serangan balasan ke pangkalan-pangkalan itu “menghancurkan infrastruktur teknis dan perbaikan, juga pesawat tempur musuh” dan menyebutnya “pelaksanaan sah hak membela diri” menurut Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Baca juga Suriah dan Israel Berunding di Yordania Dimediasi AS

Lembaga itu menutup pernyataannya dengan kalimat, “Agresi dan kejahatan tidak akan menyelesaikan keputusasaan musuh.”

Pezeshkian: Kami Tidak Mencari Perang

Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, menempatkan serangan itu sebagai jawaban, bukan pilihan.

“Kami tidak mencari perang,” ujarnya. Ia menegaskan Iran “tidak akan pernah berdiam diri menghadapi agresi apa pun” dan akan “memberi jawaban tegas kepada para agresor” bila diserang.

Menurut Pezeshkian, kerugian dari eskalasi itu ditanggung bersama. “Ketidakstabilan dan kerusuhan di kawasan tidak menguntungkan negara mana pun,” katanya.

Yordania dan Emirat

Juru bicara Angkatan Bersenjata Yordania menyatakan tidak ada rudal yang mencapai sasaran.

Baca juga 102 Mantan Diplomat Desak Prancis-Inggris Sanksi Israel

“Sistem pertahanan udara mencegat delapan rudal yang menerobos wilayah udara Kerajaan,” katanya.

Uni Emirat Arab menyatakan puluhan drone diarahkan ke pangkalan udara Al Menhad, namun membantah ada kerusakan. Satu drone dilaporkan jatuh di perairan Teluk.

Purnawirawan perwira tinggi Angkatan Laut Amerika Serikat, Harlan Ullman, membaca pemilihan sasaran itu sebagai pesan, bukan sekadar taktik. Menurut dia, serangan ke Yordania adalah “pernyataan politik”.

“Mereka memberi sinyal kepada Yordania bahwa negara itu adalah target,” ujar Ullman. Ia menambahkan, “Ini sasaran yang penting secara politis.”

Korps Garda Revolusi Islam menyatakan sejumlah tentara dan warga sipil Iran tewas atau terluka akibat serangan ke Pulau Larak.

Bagikan

Baca Juga

Penembakan di Gereja Yordania Tewaskan 7 Orang, 34 Terluka
Parasit Usus Paling Banyak Ditemukan pada Anak Prasekolah di Iran
Garda Revolusi Ancam Serang Negara Tetangga Bila AS Serang Iran
Stres Kerja Pekerja Petrokimia Iran dan Atasan yang Memerintah
Iran Bantah Ekonominya Runtuh, AS Klaim IRGC Kehabisan Uang
Panglima Pakistan ke Teheran, Upaya Cegah Perang Baru AS-Iran