Cekricek.id — Presiden Iran Masoud Pezeshkian menilai kini saat yang tepat bagi Teheran untuk mengakhiri perang melawan Amerika Serikat, dengan alasan negaranya sedang berada dalam posisi kuat. Pernyataan itu disampaikan ketika konflik tersebut mendekati bulan keenam.
“Lebih baik kita mengakhiri perang ini sekarang selagi kita berada pada posisi kekuatan dan martabat,” kata Pezeshkian, menurut laporan Al Jazeera, Sabtu (22/08/2026).
Pezeshkian juga mengeklaim posisi negaranya diakui secara luas. “Seluruh dunia mengakui kemenangan kami dan menegaskan bahwa Amerika telah menyerang sekolah, rumah sakit, dan infrastruktur kami dengan melanggar semua aturan, serta dibenci di seluruh dunia,” ujarnya.
Baca juga Rusia Siap Dengar Ide Baru Akhiri Perang Ukraina
Perang tersebut berlangsung di tengah masa transisi politik di Iran setelah Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei meninggal pada 28 Februari. Sejak itu Teheran menghadapi tekanan militer dan ekonomi yang datang beruntun dari Washington.
Membela Nota Kesepahaman Juni
Presiden Iran itu turut membela nota kesepahaman yang diteken pada Juni. “Mereka tidak akan menemukan satu pun pasal dalam kesepakatan ini yang menunjukkan penyerahan diri. Seluruh komitmen berada di pihak lawan,” tuturnya.
Dari sisi militer, Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran Mayor Jenderal Ali Abdollahi menegaskan kesiapan pasukannya menghadapi ancaman baru. “Dengan kesiapan di darat, laut, udara, pertahanan udara, dan ruang siber, angkatan bersenjata Iran akan menjawab ancaman baru musuh dengan respons yang menghancurkan, menghukum, dan memusnahkan,” tegas Abdollahi.
Baca juga Njabulo Blom Siap Bantu Borneo FC Raih Posisi Terbaik
Trump Sebut Teheran Belum Siap
Dari Washington, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan Teheran belum bersedia menerima syarat yang diinginkan pemerintahannya. “Mereka sangat ingin membuat kesepakatan, tetapi menurut pendapat saya mereka belum siap membuat kesepakatan yang tepat,” kata Trump.
Pada kesempatan yang sama Trump menyebut Selat Hormuz sebagai wilayah Amerika untuk saat ini. Pernyataan itu menyoroti sengketa atas jalur pelayaran yang menjadi urat nadi pengapalan minyak dunia tersebut.
Baca juga AS Janjikan Sanksi Terberat ke Iran, China Diminta Ikut
Sanksi Baru dan Jalur Diplomasi Oman
Menteri Keuangan Amerika Serikat Scott Bessent memperingatkan Washington akan meruntuhkan pemerintahan Iran melalui sanksi. Kementerian Keuangan AS dijadwalkan menggelar konferensi pers pada Senin untuk merinci langkah-langkah tersebut.
Kementerian Luar Negeri Iran menilai rangkaian sanksi ekonomi terbaru AS sebagai deklarasi perang terhadap semua bangsa sekaligus upaya Washington memaksakan kedaulatan ekstrateritorial. Teheran menyebut kebijakan itu melanggar kedaulatan negara-negara lain.
Di tengah tekanan tersebut, jalur diplomasi belum sepenuhnya tertutup. Menteri luar negeri Iran dan Oman berbicara lewat sambungan telepon pada Jumat untuk membahas syarat dimulainya kembali dialog sekaligus perkembangan yang memengaruhi kebebasan navigasi di Selat Hormuz.
















