UNICEF: 1,9 Juta Anak Somalia Terancam Gizi Buruk 2026

Seorang anak Somalia yang menderita gizi buruk minum di fasilitas kesehatan

Seorang anak Somalia yang menderita gizi buruk minum di sebuah fasilitas kesehatan. [Foto: Reuters]

Cekricek.id — Sebanyak 205 fasilitas kesehatan dan gizi di Somalia berhenti beroperasi sepanjang tahun ini setelah dana bantuan internasional dipangkas besar-besaran. Badan PBB untuk anak-anak, UNICEF, memperkirakan 1,9 juta anak di negara Tanduk Afrika itu terdampak malnutrisi pada 2026, dengan hampir 500 ribu di antaranya menderita gizi buruk akut.

Data tersebut dirilis menurut keterangan tertulis UNICEF, Jumat (21/08/2026), dari Mogadishu dan Nairobi. Lembaga itu mencatat kenaikan 32 persen jumlah anak yang masuk pusat stabilisasi dengan gizi buruk akut sepanjang enam bulan pertama 2026 dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Juru bicara UNICEF James Elder menyatakan pemangkasan anggaran bantuan berdampak langsung pada layanan paling dasar. “Di Somalia hari ini, pemotongan bantuan menutup pintu layanan kesehatan, menghentikan layanan gizi, dan mendorong air, pendidikan, serta perlindungan makin jauh dari jangkauan,” kata Elder dalam pengarahan pers di Palais des Nations, Jenewa. “Seperti biasa, anak-anak yang membayar harganya.”

Baca juga Curtis Jones Pamit dari Liverpool Setelah 16 Tahun

Layanan Menyusut, Risiko Kematian Meningkat

Elder menjelaskan rantai dampak dari tutupnya ratusan fasilitas tersebut. “Lebih sedikit fasilitas berarti perjalanan lebih jauh bagi para ibu dan bayi mereka; perjalanan lebih jauh berarti penanganan lebih terlambat; penanganan lebih terlambat berarti penyakit yang lebih parah dan risiko kematian yang sebenarnya bisa dicegah menjadi lebih besar,” tutur dia.

UNICEF mencatat cakupan layanan kesehatan dan gizi di Somalia menyusut 30 persen akibat kekurangan dana. Dalam skenario pendanaan paling buruk, sebanyak 618 fasilitas kesehatan berpotensi ikut tutup. Hampir satu juta anak balita, remaja perempuan, dan perempuan dewasa terancam kehilangan akses layanan gizi.

Air Bersih dan Sekolah Ikut Terpukul

Krisis tidak berhenti pada urusan pangan. Sebanyak 1,6 juta orang membutuhkan akses air bersih, sementara 800 ribu orang terancam kehilangan pasokan perlengkapan kebersihan dasar. Harga air melonjak empat kali lipat, dari 2 dolar AS menjadi 8 dolar AS untuk setiap barel berisi 200 liter.

Di sektor pendidikan, 78 ribu murid sudah putus sekolah dan 660 ribu anak lainnya berisiko mengalami hal serupa. Sektor tersebut kehilangan pendanaan senilai 30 juta dolar AS pada 2025 saja. Sebanyak 65 titik dan fasilitas layanan perlindungan anak juga telah ditutup.

Baca juga Kemendag Matangkan Implementasi I-EU CEPA Oktober 2026

Anggaran layanan penerbangan kemanusiaan PBB, UNHAS, yang menjadi tulang punggung distribusi bantuan ke wilayah terpencil Somalia, dipangkas 40 persen antara 2025 dan 2026.

Baca juga ADB Jual Obligasi Global US$2 Miliar Tenor 10 Tahun

Kekeringan Bertemu Pemangkasan Bantuan

Kekeringan parah menghantam ternak dan lahan pertanian Somalia. Sekitar 500 ribu orang mengungsi hanya dalam rentang Januari hingga April 2026, menambah 3,3 juta warga yang lebih dulu terusir dari rumah mereka. Sepertiga dari 19 juta penduduk Somalia kini menghadapi kerawanan pangan akut, menurut laporan Al Jazeera, Sabtu (22/08/2026).

Somalia juga tidak masuk dalam paket bantuan kemanusiaan global senilai 2 miliar dolar AS yang diumumkan Amerika Serikat untuk 2026, dengan alasan dugaan penyelewengan dan korupsi bantuan. Pendanaan untuk penanganan gizi buruk akut di sejumlah wilayah Somalia anjlok lebih dari 80 persen tahun ini.

Elder menolak anggapan bahwa belanja untuk anak-anak dapat ditunda. “Melindungi anak bukanlah pengeluaran yang bersifat pilihan. Mencegah penderitaan bukanlah sebuah inefisiensi,” tegasnya. UNICEF mencatat sepanjang 2021 hingga 2025 lembaga itu menopang lebih dari 2,25 juta penanganan anak dengan gizi buruk akut di Somalia, dengan tingkat kesembuhan mencapai 97,6 persen pada 2025.

Baca Juga

Bangunan yang hancur setelah serangan udara di wilayah pedalaman Myanmar.
Serangan Udara Myanmar di Biara Buddha Tewaskan 14 Orang
Petugas berpakaian pelindung lengkap menangani penanggulangan wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo.
Wabah Ebola di Kongo Tewaskan 2.516 Orang, Kasus Melonjak
Anggota Taliban dalam acara peringatan lima tahun berkuasa di Kabul
Taliban Bebaskan Dua Staf PBB yang Ditahan di Herat
Wakil Menteri PUPR Diana Kusumastuti bertemu perwakilan UNICEF membahas kolaborasi air bersih dan sanitasi
PUPR-UNICEF Sepakat Tingkatkan Akses Air Bersih Dukung Program MBG dan Sekolah Rakyat
Ahli hak asasi manusia PBB telah menyerukan reformasi besar-besaran dalam sistem keadilan pidana AS untuk melawan rasisme sistemik, mengutip kesaksian bahwa wanita kulit hitam yang dipenjara telah dirantai saat melahirkan, sementara narapidana pria dipaksa bekerja dalam kondisi "seperti perkebunan".
Rasisme di Penjara AS: Wanita Kulit Hitam Dirantai Saat Melahirkan
Pemain Real Madrid melepaskan tendangan ke arah gawang Espanyol
Mourinho Real Madrid Menang 2-1 di Kandang Espanyol