ADB Jual Obligasi Global US$2 Miliar Tenor 10 Tahun

Ilustrasi papan elektronik harga instrumen pasar modal

Ilustrasi papan elektronik yang menampilkan harga instrumen pasar modal. [Foto: Pexels]

Cekricek.id — Bank Pembangunan Asia atau Asian Development Bank (ADB) menetapkan harga penerbitan obligasi global senilai US$2 miliar bertenor 10 tahun. Pengumuman itu disampaikan lembaga tersebut dari Manila, Filipina, pada Jumat (21/08/2026), dikutip dari ADB.

Dana hasil penerbitan surat utang tersebut akan menjadi bagian dari sumber daya modal biasa atau ordinary capital resources milik ADB. Penerbitan ini merupakan patokan global berdenominasi dolar Amerika Serikat bertenor 10 tahun yang kedua yang dilakukan ADB sepanjang 2026.

Baca juga: Imbal Hasil Obligasi Global Turun, Dolar AS Melemah

Kupon 4,625 Persen dan Jatuh Tempo 2036

Obligasi 10 tahun itu membawa kupon 4,625 persen per tahun yang dibayarkan setiap enam bulan, dengan tanggal jatuh tempo 26 Agustus 2036. Surat utang tersebut dihargai pada 99,431 persen sehingga menghasilkan imbal hasil 4,8 basis poin di atas surat utang Pemerintah Amerika Serikat berkupon 4,625 persen yang jatuh tempo pada Agustus 2036.

Satu basis poin setara dengan 0,01 poin persentase, sehingga selisih 4,8 basis poin berarti imbal hasil obligasi ADB hanya sedikit di atas imbal hasil surat utang pemerintah Amerika Serikat dengan tenor yang sepadan. Transaksi ini dikelola oleh BMO Capital Markets, BNP Paribas, Deutsche Bank, dan Nomura selaku lead manager.

“Permintaan yang kuat terhadap patokan global dolar AS bertenor 10 tahun kedua kami tahun ini mencerminkan kepercayaan investor yang terus berlanjut terhadap kekuatan keuangan dan mandat pembangunan ADB,” kata Bendahara ADB, Tobias Hoschka.

Baca juga: Imbal Hasil Obligasi Eropa Tembus Tertinggi 17 Tahun

Eropa dan Timur Tengah Serap Lebih dari Separuh

ADB menyatakan penerbitan ini memperoleh distribusi yang luas di pasar perdana. Sebanyak 54 persen surat utang diserap investor di Eropa, Timur Tengah, dan Afrika. Kawasan Amerika mengambil 28 persen, sedangkan Asia menyerap 18 persen.

Berdasarkan jenis investor, bank sentral dan lembaga resmi menjadi pembeli terbesar dengan porsi 44 persen. Perbankan mengambil 33 persen, sementara manajer investasi dan jenis investor lainnya menyerap 23 persen sisanya.

Obligasi patokan atau benchmark adalah penerbitan berukuran besar dan likuid yang kerap dijadikan acuan harga bagi surat utang lain dengan peringkat serupa. Karena diterbitkan dalam dolar Amerika Serikat dan dipasarkan ke investor di banyak kawasan sekaligus, penerbitan semacam itu lazim dipakai untuk mengukur besarnya minat pasar terhadap penerbit multilateral.

Baca juga: Studi Baru: Galaksi Kraken Tabrak Bima Sakti 12 Miliar Tahun Lalu

Komposisi tersebut memperlihatkan bahwa sebagian besar pembeli obligasi ADB kali ini adalah institusi pengelola cadangan devisa dan lembaga keuangan, bukan investor ritel.

Target Penghimpunan Dana Sepanjang 2026

“Transaksi yang berhasil ini memungkinkan kami memobilisasi sumber daya dari pasar modal global secara efisien untuk mendukung investasi yang memperkuat ketahanan, mendorong pertumbuhan berkelanjutan, dan memperbaiki kehidupan di seluruh Asia dan Pasifik,” ujar Hoschka.

Sepanjang 2026, ADB merencanakan penghimpunan dana dari pasar modal sekitar US$39 miliar hingga US$45 miliar. Dana yang dihimpun dari pasar itulah yang kemudian disalurkan lembaga tersebut dalam bentuk pinjaman dan pembiayaan proyek kepada negara-negara anggotanya.

ADB berdiri pada 1966 dan kini dimiliki 69 anggota, 50 di antaranya berasal dari kawasan Asia dan Pasifik, termasuk Indonesia. Lembaga itu memposisikan diri sebagai bank pembangunan multilateral yang menopang pertumbuhan berkelanjutan, inklusif, dan berdaya tahan di Asia dan Pasifik melalui pembiayaan infrastruktur serta kemitraan dengan pemerintah dan swasta.

Dalam keterangannya, ADB menegaskan bahwa siaran pers tersebut bukan merupakan penawaran penjualan efek. Penawaran efek ADB, menurut lembaga itu, hanya dilakukan melalui dokumen penawaran resmi seperti prospektus, term sheet, dan suplemen penetapan harga.

Baca Juga

Papan elektronik indeks saham di Bursa Efek Tokyo, Jepang
Bursa Asia Melemah Sepekan, Nikkei Anjlok 4,4 Persen
Gedung Bursa Efek Bombay di Dalal Street, Mumbai
SEBI Siapkan Reformasi demi Tahan Modal Asing
Spesialis bekerja di lantai perdagangan New York Stock Exchange
Imbal Hasil Obligasi Global Turun, Dolar AS Melemah
Mendag Budi Santoso memantau harga ayam di Pasar Ir Soekarno Sukoharjo
Mendag Jaga Harga Ayam, Telur Justru di Bawah Acuan
Tijjani Reijnders berseragam Al Qadsiah
Reijnders ke Al Qadsiah, Incar Klub Terbesar Asia
Matthias Jaissle pelatih Newcastle United
Matthias Jaissle Debut Lawan Liverpool Tanpa Joelinton