Imbal Hasil Obligasi Eropa Tembus Tertinggi 17 Tahun

Gedung Bank Sentral Eropa di Frankfurt Jerman

Gedung Bank Sentral Eropa di Frankfurt, Jerman. [Foto: Euronews]

Cekricek.id — Imbal hasil obligasi pemerintah di sejumlah negara maju melonjak ke level yang tidak terlihat selama lebih dari satu dekade pada Selasa, 18 Agustus 2026. Kekhawatiran investor terhadap inflasi energi dan membengkaknya kebutuhan utang negara mendorong harga obligasi turun dan imbal hasilnya naik tajam di Eropa maupun Amerika Serikat.

Dikutip dari euronews.com, imbal hasil obligasi pemerintah Prancis bertenor 10 tahun menyentuh 4,10 persen, tertinggi dalam 17 tahun atau sejak Juni 2009. Obligasi Prancis bertenor 30 tahun bahkan berada pada level tertinggi sejak 2008. Di Jerman, imbal hasil Bund 10 tahun menembus 3,25 persen, tertinggi sejak Maret 2011, sementara tenor 30 tahun mencapai 3,78 persen atau tertinggi dalam 15 tahun.

Baca juga: Ekonom Utama Bank Negara Rusia Dipecat Usai Kritik Perang

Harga Energi Menekan Prospek Inflasi

Tekanan serupa terjadi di luar zona euro. Imbal hasil surat utang pemerintah Amerika Serikat bertenor 30 tahun naik ke 5,33 persen, angka yang terakhir kali tercatat pada 2007. Di Inggris, imbal hasil gilt bertenor 30 tahun berada di 5,85 persen, tertinggi sejak Mei 2026. Pada saat yang sama harga minyak mentah Brent bergerak mendekati 91 dolar AS per barel.

Kepala Riset Pendapatan Tetap Quilter Cheviot Richard Carter menilai kenaikan itu berakar pada memburuknya prospek harga energi. “Kegagalan perundingan damai Amerika Serikat–Iran meningkatkan risiko harga energi tetap tinggi sepanjang sisa tahun ini, yang bisa membuat inflasi lebih tinggi dari perkiraan dan memperbesar peluang bank sentral menaikkan suku bunga,” katanya.

Baca juga: Bunga Citra Lestari Hadiri Malam Couture, Warganet Soroti Wajahnya yang Tak Berubah

Perubahan ekspektasi itu langsung terbaca di pasar suku bunga. Bank Sentral Eropa saat ini menetapkan suku bunga deposito pada 2,25 persen, tetapi pelaku pasar memperkirakan angkanya naik menjadi 2,76 persen pada Maret 2027. Peluang kenaikan suku bunga sudah pada pertemuan September dihargai sekitar 90 persen.

Beban Utang Negara Ikut Ditimbang

Faktor kedua adalah pasokan surat utang yang membesar. Carter menyebut investor mulai memperhitungkan skala penerbitan utang di negara-negara ekonomi besar. “Investor mengkhawatirkan besarnya penerbitan utang di negara-negara ekonomi utama, termasuk Inggris, Prancis, dan Jepang,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa gelombang penerbitan obligasi korporasi untuk membiayai proyek kecerdasan buatan memperbesar pasokan di pasar.

Baca juga: AS Kenakan Tarif hingga 100 Persen bagi Drone Impor, Uni Eropa Dibatasi 15 Persen

“Volume penerbitan obligasi terkait kecerdasan buatan yang besar juga menambah pasokan, sehingga menekan harga dan mendorong imbal hasil naik,” katanya.

Kebutuhan pembiayaan ulang tahun ini memperjelas beban tersebut. Italia harus melakukan refinancing setara 17 persen dari produk domestik bruto sepanjang 2026, Prancis 12 persen, sedangkan Jerman dan Inggris masing-masing 7 persen. Semakin tinggi imbal hasil yang diminta pasar, semakin mahal biaya yang harus ditanggung anggaran negara untuk memperpanjang utang jatuh tempo.

Pasar Menunggu Data dan Geopolitik

Meski harga obligasi tertekan, Carter menilai instrumen tersebut belum kehilangan daya tarik. “Obligasi tetap menarik bagi investor karena imbal hasilnya secara historis tinggi dan nyaman melampaui inflasi, sehingga memberikan imbal hasil positif setelah memperhitungkan kenaikan harga,” katanya.

Arah pasar dalam waktu dekat, menurut dia, akan sangat bergantung pada dua variabel yang sama-sama sulit ditebak. “Untuk saat ini, pasar obligasi kemungkinan akan tetap sensitif terhadap perkembangan geopolitik maupun data ekonomi,” ujarnya. Laporan Euronews atas pergerakan pasar itu ditulis oleh jurnalis Doloresz Katanich dan diperbarui pada hari yang sama.

Baca Juga

OJK menggelar edukasi keuangan bagi peserta Jambore Nasional Pramuka
OJK Edukasi Keuangan 7.500 Pramuka di Jambore Nasional
Bank Indonesia menggelar dialog internasional tentang pengelolaan uang rupiah
BI Olah 72 Persen Limbah Uang Kertas Jadi Nilai Baru
Paus biru kerdil yang mati terdampar di perairan dangkal Teluk Carpentaria Australia
Paus Biru Kerdil 20 Meter Mati Terdampar di Teluk Carpentaria
Duane Davis dalam sidang pembunuhan Tupac Shakur di Las Vegas
Sidang Pembunuhan Tupac Shakur Dimulai Setelah 30 Tahun
Presiden Mahkamah Pidana Internasional Tomoko Akane
AS Jatuhkan Sanksi ke Presiden Mahkamah Pidana Internasional
Petugas penyelamat mengevakuasi warga dari banjir di Indiana
Gubernur Indiana Cairkan Dana Darurat Korban Banjir