AS Kenakan Tarif hingga 100 Persen bagi Drone Impor, Uni Eropa Dibatasi 15 Persen

Komponen drone dirakit di atas meja kerja

Ilustrasi perakitan komponen drone. [Foto: Pexels]

Cekricek.id — Presiden Amerika Serikat Donald Trump menandatangani proklamasi yang mengenakan tarif impor hingga 100 persen atas pesawat nirawak beserta komponennya. Aturan itu memakai Section 232 Undang-Undang Perluasan Perdagangan 1962, klausul keamanan nasional, dan menetapkan batas atas 15 persen bagi produk asal Uni Eropa, Jepang, Korea Selatan, Taiwan, Swiss, dan Liechtenstein serta 10 persen bagi Inggris.

Empat Lapis Tarif dan Dua Tanggal Berlaku

Mengutip laman resmi Gedung Putih, whitehouse.gov, Kamis (13/8/2026), tarif 100 persen dikenakan pada drone dengan berat lepas landas maksimum di atas 25 kilogram, drone yang memuat pencitraan termal, stasiun pengisian daya otomatis, serta sejumlah komponen kritis. Tarif 25 persen berlaku bagi drone berbobot 25 kilogram ke bawah tanpa kemampuan yang dianggap sensitif, ditambah komponen lain yang masuk daftar.

Mengutip Korea JoongAng Daily, Jumat (14/8/2026), tarif 100 persen mulai berlaku 21 hari setelah penandatanganan, yakni pukul 00.01 pada 3 September 2026. Tarif 25 persen mendapat masa tenggang 180 hari dan baru berlaku pukul 00.01 pada 9 Februari 2027. Penangguhan serupa diberikan kepada produk perusahaan yang terdaftar dalam Blue UAS Cleared List, kerangka Blue UAS, maupun daftar persetujuan bersyarat Komisi Komunikasi Federal (FCC).

Menteri Perdagangan Amerika Serikat Howard Lutnick menyerahkan laporan penyelidikan Section 232 atas dampak impor sistem pesawat nirawak terhadap keamanan nasional. Dalam pernyataan berbahasa Inggris, ia menyebut sistem pesawat nirawak dan komponennya “essential to the national and economic security” Amerika Serikat, yakni penting bagi keamanan nasional dan ekonomi negara itu.

Baca juga: Ekspor Nonmigas Juni Naik 8,68 Persen, Defisit Dagang Menyusut Jadi USD 0,45 Miliar

Mengutip TASS, Jumat (14/8/2026), Trump menuliskan dasar keputusannya di dalam teks proklamasi. “I determine that it is necessary and appropriate to impose ad valorem duties on certain UAS and UAS components,” tulis Trump, bahwa ia memandang perlu dan tepat mengenakan bea ad valorem atas sistem pesawat nirawak dan komponennya.

Syarat Sertifikasi Asal Komponen

Batas atas 15 persen dan 10 persen tidak berlaku otomatis. Mengutip Euronews, Jumat (14/8/2026), tarif rendah hanya diberikan bila perangkat keras, perangkat lunak, dan teknologi di dalam drone dapat disertifikasi berasal dari negara-negara penerima keringanan atau dari Amerika Serikat sendiri. Produk yang gagal memenuhi syarat itu jatuh kembali ke lapisan 25 persen atau 100 persen.

Syarat tersebut menjadi persoalan pokok bagi produsen Eropa. Banyak perusahaan di benua itu masih membeli motor, baterai, kamera, dan pengendali penerbangan dari pemasok China. Euronews menyebut Parrot asal Prancis, Quantum Systems asal Jerman, dan Tekever asal Portugal termasuk produsen yang terdampak langsung oleh ketentuan asal komponen ini.

Gedung Putih menyatakan drone merupakan teknologi kunci dalam konflik bersenjata modern dan ketergantungan pada pasokan luar negeri menciptakan kerentanan keamanan siber. Dalam keterangannya, pemerintah AS menyebut program tarif ini “will protect the national security of the United States and its defense and defense-adjacent industrial base, supporting and creating American jobs”, yaitu akan melindungi keamanan nasional dan basis industri pertahanan sekaligus menopang serta menciptakan lapangan kerja Amerika.

Baca juga: Kemendag Dorong Daya Saing Produk Mamin Tembus Pasar Global

Beban Baru bagi Produsen Eropa

Mengutip Dronewatch Europe, Jumat (14/8/2026), tarif 15 persen tetap menjadi hambatan tambahan bagi produsen Eropa yang selama beberapa tahun terakhir menjadikan Amerika Serikat pasar penting untuk drone profesional, industri, dan layanan darurat. Besar kecilnya dampak akan sangat bergantung pada asal komponen elektronik yang mereka pakai.

Di sisi lain, aturan itu membuka celah. Pembatasan yang jauh lebih keras terhadap produsen China dapat menempatkan perusahaan Eropa sebagai pemasok alternatif yang secara politik lebih dapat diterima di pasar Amerika. Konsekuensinya, sebagian produsen kemungkinan memindahkan sebagian produksi atau perakitan ke Amerika Serikat. Proklamasi memberi wewenang kepada Menteri Perdagangan untuk menyusun program penarikan produksi ke dalam negeri, termasuk izin impor bebas bea bagi perusahaan yang sedang membangun pabrik di AS.

Langkah tarif berjalan seiring dengan pengetatan regulasi. FCC sebelumnya menempatkan sejumlah drone dan komponen kritis buatan luar negeri dalam Covered List sehingga model baru sulit memperoleh otorisasi di pasar Amerika. Komisi itu kini mengusulkan pembatasan tambahan atas impor dan penjualan komersial drone tertentu yang digolongkan setara peralatan militer, memakai ambang berat 25 kilogram yang sama serta mencakup drone termal dan lidar. Masa pengajuan tanggapan publik ditutup pada 2 September 2026, sehari sebelum tarif berlaku.

Baca juga: Kadin Gandeng Pegadaian Dorong Emas Jadi Instrumen Tabungan dan Investasi

Saham Produsen Amerika Menguat

Mengutip The Next Web, Jumat (14/8/2026), saham sejumlah produsen drone Amerika naik setelah proklamasi diumumkan, di antaranya AeroVironment, Kratos Defense and Security, dan Red Cat. Unusual Machines menguat 14 persen ke level 31,13 dolar AS per saham.

Proklamasi drone ini merupakan yang ketiga bermotif Section 232 sepanjang musim panas 2026, setelah tarif pesawat komersial pada Juli dan polisilikon pada 7 Agustus. Ketiganya memakai pola yang sama: temuan risiko keamanan nasional, tarif berlapis, batas atas untuk sekutu, dan insentif produksi domestik. Pemerintah Uni Eropa dan produsen yang disebut dalam laporan belum menyampaikan tanggapan resmi atas ketentuan sertifikasi komponen tersebut.

Baca Juga

Anjungan pengeboran lepas pantai di tengah laut
BP Raih Lisensi Gas Loran Fase Dua di Venezuela Bersama Mitra Teluk
Petugas kesehatan bekerja di lokasi penanganan wabah Ebola
Kasus Ebola Kongo Tembus 4.665, Africa CDC Desak Vaksinasi Segera
Warga melintasi kawasan yang terendam banjir di Jepang
Hujan Rekor Rendam Chiba Jepang, Sembilan Tewas dan 400.000 Warga Mengungsi
Pesawat tempur melintas di udara
Jet Spanyol Tembak Jatuh Drone di Langit Romania, NATO Duga Milik Rusia
Kendaraan lapis baja dan bendera Korea Selatan serta Amerika Serikat
Korut Ancam Balasan Berlipat Jelang Latihan Militer Korsel-AS
Rombongan berjalan memasuki kompleks Kuil Yasukuni di Tokyo
Menhan Jepang Ziarah ke Kuil Yasukuni, China dan Korsel Protes