Cekricek.id — Mikroba yang menumpang di kulit dan perlengkapan astronaut berpeluang bertahan hidup di kawasan gelap abadi dekat kutub selatan Bulan. Kesimpulan itu datang dari sekelompok peneliti NASA yang menelaah ketahanan lima jenis mikroorganisme terhadap kondisi ekstrem di permukaan satelit alami Bumi tersebut.
Kajian itu diuraikan menurut laporan yang terbit di jurnal Science Advances, Rabu (19/08/2026), dan diumumkan menurut keterangan tertulis NASA pada hari yang sama. Penelitian melibatkan ilmuwan dari Goddard Space Flight Center dan Johnson Space Center. Tubuh manusia sendiri adalah pembawa mikroba dalam jumlah masif: NASA menyebut satu petak kulit seukuran karet penghapus pensil dapat menampung sekitar satu juta bakteri.
“Manusia adalah penjelajah alami, dan bersama mereka ikut serta suara mereka, kenangan mereka … dan mikroba mereka,” kata Prabal Saxena, ilmuwan planet di NASA Goddard Space Flight Center.
Baca juga Bos NASA Yakin Artemis 3 Meluncur 2027, Uji Dua Pendarat Bulan di Orbit
Lima Mikroorganisme yang Ditelaah
Tim menelaah lima mikroorganisme: jamur Aspergillus niger, bakteri Bacillus subtilis, Staphylococcus aureus, Deinococcus radiodurans, serta kelompok jamur Fusarium. Kelimanya lazim dijumpai pada kulit manusia, peralatan kerja, maupun lingkungan tertutup seperti stasiun antariksa. Dalam kajian tersebut, bertahan hidup didefinisikan sebagai tetap hidup setidaknya selama satu hari Bumi.
Di antara kelima organisme itu, Aspergillus niger tercatat paling tahan terhadap radiasi ultraviolet. Hasil tersebut mengejutkan sebagian anggota tim, mengingat permukaan Bulan dikenal kering, hampa udara, dan terpapar radiasi keras. “Saya justru menduga mikroba-mikroba ini akan mengering,” ujar Aaron Regberg, geomikrobiolog di NASA Johnson Space Center.
Kenapa Kutub Selatan Bulan Istimewa
Sumbu rotasi Bulan nyaris tegak lurus terhadap bidang orbitnya. Akibatnya dasar sejumlah kawah di sekitar kutub tidak pernah tersentuh sinar Matahari. Kawasan bayangan permanen itu teramat dingin sekaligus terlindung dari radiasi ultraviolet langsung, dua syarat yang membuat sel mikroba lebih mungkin bertahan ketimbang di dataran terbuka yang disengat Matahari selama dua pekan berturut-turut.
Kawasan yang sama justru menjadi sasaran utama eksplorasi karena diduga menyimpan es air. Artinya, wilayah yang paling menarik bagi sains sekaligus paling rentan terhadap kontaminasi dari manusia yang datang menelitinya.
Baca juga Teleskop James Webb Temukan Debu dan Air Bertahan di Dekat Lubang Hitam Pusat Bima Sakti
“Kalau memikirkan Bulan, kita biasanya tidak memikirkan biologi. Namun Bulan adalah tempat sebuah sel bisa bertahan, sehingga penjelajahan pertama kita ke lokasi-lokasi ini harus memberi perhatian ekstra pada penumpang mikroba kita dan bekerja keras memetakan kimia Bulan sebelum kunjungan kita mengubah apa yang akan kita temukan,” tutur Heather Graham, peneliti NASA Goddard yang mengembangkan perangkat deteksi biologi.
Bekal Sebelum Menuju Mars
Hasil ini tidak berarti mikroba sudah ditemukan hidup di Bulan. Yang ditelaah adalah potensi ketahanan organisme pada kondisi tertentu, bukan pendeteksian koloni yang benar-benar ada di permukaan Bulan saat ini. Perbedaan itu penting karena peluang bertahan satu hari Bumi bukanlah bukti kemampuan berkembang biak dalam jangka panjang.
Bagi NASA, persoalannya menyangkut keandalan pencarian kehidupan di tempat lain. Jika jejak biologis yang terbaca pada benda langit lain ternyata berasal dari manusia sendiri, hasil pengukuran kehilangan makna ilmiahnya.
Baca juga Adenot, Perempuan Prancis Pertama Berjalan di Antariksa
“Kita perlu memahami apa yang ada di sana sebelum kita datang, karena ketika kita pergi ke Mars untuk mencari kehidupan di luar planet kita, kita ingin memastikan itu bukan sesuatu yang kita bawa sendiri,” jelas Andrew Needham, ilmuwan pengendali kontaminasi untuk sampel Bulan di NASA Goddard.
Karena itu para peneliti menyarankan pemetaan kimia dan mikrobiologi lokasi pendaratan dikerjakan lebih dulu, sebelum kehadiran awak mengubah kondisi awal yang justru hendak diukur.
















