Matematikawan Buat Terobosan Konjektur Komlós

Ilustrasi persamaan matematika rumit di papan tulis. [Foto: Pexels]

Cekricek.id — Dua ilmuwan komputer teoretis, Nikhil Bansal dari University of Michigan dan Haotian Jiang dari University of Chicago, mencatatkan kemajuan terbesar dalam hampir tiga dekade untuk memecahkan konjektur Komlós, salah satu soal paling dicari jawabannya dalam cabang matematika yang disebut teori ketidaksepadanan atau discrepancy theory.

Soal lawas dari tahun 1980-an

Konjektur yang dicetuskan matematikawan János Komlós, kini pensiunan dari Rutgers University, pada awal 1980-an itu berkaitan dengan cara membagi sekumpulan objek seimbang ke berbagai kelompok sekaligus di banyak dimensi berbeda — semacam analogi menyusun tim trivia yang seimbang kekuatannya di berbagai kategori soal. Komlós menduga, seberapa pun banyak objek atau dimensinya, ketidakseimbangan pembagian itu tidak akan pernah melampaui angka konstan tertentu. Dugaan itu belum pernah dibuktikan benar sejak lebih dari 40 tahun lalu.

Baca juga Kalimatnya Utuh, Maknanya Bergeser: Riset Bahasa dan Skizofrenia

Bansal dan Jiang, lewat makalah pracetak berjudul Decoupling via Affine Spectral-Independence: Beck-Fiala and Komlós Bounds Beyond Banaszczyk yang pertama diunggah ke arXiv pada Agustus 2025 dan direvisi September 2025, memperbaiki batas atas ketidaksepadanan itu ke angka yang nyaris konstan — jauh lebih ketat dibanding batas terbaik sebelumnya. Teknik yang mereka pakai, disebut “decoupling via affine spectral-independence”, memakai pemrograman semidefinit dan gerak Brown diskret untuk merancang algoritme pembulatan baru.

Baca juga Uji Lab Daun Suruhan pada Sel Kanker Payudara MCF-7

“Ini benar-benar mencengangkan,” kata Haotian Jiang menurut laporan Quanta Magazine, Jumat (21/08/2026). Ia menjelaskan konjektur Komlós pada dasarnya menyatakan hasil pembagian itu tidak bergantung pada jumlah dimensi.

Baca juga Uji Vitamin C pada 34 Pasien Lupus di Palembang dan Batasnya

Aleksandar Nikolov, ilmuwan komputer di University of Toronto yang tidak terlibat dalam penelitian itu, mengaku sempat meragukan kebenaran konjektur tersebut. “Saya dulu cenderung berpikir konjekturnya salah,” kata Nikolov. Terobosan baru itu, menurutnya, “membuat saya jauh lebih yakin bahwa kemungkinan besar konjektur itu memang benar.”

Belum melalui tinjauan sejawat penuh

Sebagai makalah pracetak, hasil kerja Bansal dan Jiang itu belum melalui proses tinjauan sejawat resmi di jurnal matematika, meski sudah diperiksa dan dibahas oleh sejumlah pakar teori ketidaksepadanan lain sejak diunggah setahun lalu. Komlós sendiri, saat menanggapi terobosan atas konjektur yang ia buat semasa muda, berkomentar santai. “Saya masih muda dan bodoh saat membuatnya,” katanya berseloroh soal dugaan yang ia ajukan pada 1980-an itu.

Baca Juga

Ilustrasi seorang anak dan neneknya mengamati lemari kaca museum sejarah alam
Museum Biologi UGM Dinilai Gelap dan Tak Ada yang Bisa Dimainkan
Ilustrasi meja kayu panjang di ruang diskusi dengan gelas kopi dan tumpukan buku
Grup WhatsApp dan Patungan Kopi di Balik Ilmu Perburuhan Kritis
Arsip Pribadi Heri Dono Dibuka, Termasuk Surat dari Kedutaan
Arsip Pribadi Heri Dono Dibuka, Termasuk Surat dari Kedutaan
Ilustrasi kawasan pemandian air panas tua dengan kolam kosong dan gerbang berkarat
Anak Muda Batu Merekam Sisi Sepi di Balik Merek Kota Wisata
Klub Menulis Lagu di Pamulang yang Meniru Cara Kerja Arisan
Klub Menulis Lagu di Pamulang yang Meniru Cara Kerja Arisan
Ilustrasi umbi-umbian pangan lokal di meja laboratorium berlatar danau dan perbukitan
Enam Umbi Papua Dibaca di Bawah Mikroskop untuk Kamus Butir Pati