75 Kali Lipat Bakteri di Perairan Kerang Perna perna

Ilustrasi kerang yang menempel berkelompok pada batu karang di zona pasang surut.

Ilustrasi kerang yang menempel berkelompok pada batu karang di zona pasang surut. [Foto: Pexels]

Cekricek.id — Seratus dua puluh lima koloni bakteri koliform per 100 mililiter. Itu angka air laut di Al-Hami, pesisir Hadhramout, Yaman. Di Sharma, angkanya 1,67. Selisihnya sekitar 75 kali lipat. Ambang yang dipakai penulisnya hanya 2,2 koloni per 100 mililiter. Keduanya diambil pada rentang waktu yang sama.

Angka itu berasal dari penelitian Hassan Pyar dan Neamah S. Al-sebaey. Keduanya bekerja di Faculty of Environmental Science and Marine Biology, Hadhramout University, Yaman. Pyar juga tercatat di College of Medicine and Health Science, Seiyun University. Al-sebaey bertugas di Ministry of Education, Hadhramout. Sampelnya 240 ekor kerang.

Laporannya terbit dengan judul Spatial and Temporal Variability in Biochemical Composition, Bacterial Contamination, and Growth of Perna perna in Coastal Waters. Pemuatnya jurnal Warta Pengabdian Andalas, Volume 33 Nomor 2, tahun 2026. Artikel itu menempati halaman 265 sampai 284. Naskahnya masuk 26 Februari 2026 dan terbit 30 Juni 2026.

Objeknya kerang cokelat Perna perna. Ini kerang laut bercangkang dua yang menyaring air untuk makan. Panjang cangkang sampel dibatasi 4 sampai 5 sentimeter, ukuran yang lazim dipanen untuk dijual. Lokasi pengambilan berada di 14°30’ sampai 14°56’ Lintang Utara. Bujurnya 49°50’ sampai 50°49’ Timur. Data diolah dengan perangkat SPSS versi 26.

240 Kerang, Empat Bulan, Dua Pantai

Pengambilan sampel berjalan dari Desember 2022 sampai Maret 2023. Setiap bulan 60 ekor diambil dari tiap lokasi. Totalnya 240 ekor selama empat bulan. Kerang dipetik tangan saat air surut dari batuan pantai. Wadahnya steril, lalu didinginkan dalam perjalanan ke laboratorium. Cangkang dibilas, jaringan lunaknya dipisahkan secara aseptis.

Dua lokasi itu sengaja dipilih berlawanan. Al-Hami padat penduduk dan menerima buangan limbah domestik. Sharma berstatus kawasan lindung laut dengan gangguan manusia minimal. Perbedaan itu jadi sumbu utama seluruh 240 sampel. Analisis statistik memakai ambang signifikansi 5 persen. Uji ANOVA dua arah dipakai untuk efek lokasi dan bulan.

Protein diukur dengan metode Kjeldahl. Nitrogen hasil ukur dikalikan faktor 6,25. Lemak diekstraksi Soxhlet memakai petroleum eter selama 20 menit pendidihan. Kadar air ditimbang setelah pengeringan pada 105 derajat Celsius. Abu dibakar semalaman di tungku 550 derajat Celsius. Bakteri ditumbuhkan pada 37 derajat Celsius selama 24 sampai 48 jam.

125 Berbanding 1,67 di Air Laut

Angka air laut dibuka lebih dulu. Koliform total di Al-Hami rata-rata 125,00 koloni per 100 mililiter. Simpangan bakunya 12,5 dan rentangnya 98 sampai 156. Sharma hanya 1,67 koloni, dengan rentang 0 sampai 4. Nilai t-nya 8,47 dengan peluang kesalahan di bawah 0,001. Selisih itu setara sekitar 75 kali lipat.

Angka kedua lebih menarik. E. coli di air Al-Hami tercatat 24,00 koloni per 100 mililiter. Sharma hanya 1,33 koloni. Selisihnya besar, tetapi uji statistik menolak menyebutnya bermakna. Nilai t hanya 1,86 dengan p 0,082. Rentangnya 18 sampai 32 koloni di Al-Hami dan 0 sampai 3 di Sharma. Ambang 0,05 dipakai penulis sebagai batas kebermaknaan.

Baca juga Kalimatnya Utuh, Maknanya Bergeser: Riset Bahasa dan Skizofrenia

Ada angka yang tidak konsisten di sini. Penulis menyebut kedua lokasi melewati standar 2,2 koloni per 100 mililiter. Namun tabel mereka menandai Sharma dengan rata-rata 1,67 sebagai masih dalam batas. Selisih 0,53 koloni itu tidak dijelaskan. Pembaca tabel dan pembaca teks akan sampai pada kesimpulan berbeda.

1,75 Koloni per Gram di Daging Kerang

Angka jaringan lebih kecil dari angka air. E. coli di daging kerang Al-Hami rata-rata 1,75 koloni per gram basah. Rentangnya 1,2 sampai 2,4. Kerang Sharma hanya 0,375 koloni per gram, dengan rentang 0,1 sampai 0,6. Nilai t 4,23 dan p 0,003 menandai selisih itu bermakna. Jumlah sampelnya 240 ekor.

Dua ambang berbeda dipakai untuk angka yang sama. Terhadap batas 2,2 koloni per gram, seluruh sampel dinyatakan layak konsumsi. Terhadap ISO 7251, hasilnya terbalik. Standar itu menuntut nol E. coli. Semua sampel Al-Hami melewatinya. Hanya 78 persen sampel Sharma yang memenuhi kriteria nol tersebut. Penulis tidak mendamaikan dua ambang itu.

Rasio bioakumulasi memberi angka yang berlawanan arah. Perbandingan kadar jaringan terhadap kadar air di Al-Hami hanya 0,073. Di Sharma justru 0,282, hampir empat kali lipat. Kerang di lokasi bersih menyerap proporsi bakteri lebih besar dari airnya. Penulis menyebut penyebabnya faktor lingkungan atau biologis setempat. Mekanismenya tidak diuji.

Kerang menyaring air dalam volume besar. Karena itu mereka menumpuk bakteri pada kadar lebih tinggi daripada air sekitarnya. Sifat itu membuat Perna perna dipakai sebagai penanda pencemaran pesisir. Di Al-Hami, sumber yang diduga adalah limbah domestik dari permukiman padat. Kadar koliform 125 koloni jadi sinyalnya. Sharma tercatat 1,67 koloni sebagai pembanding.

Nol Salmonella dari 240 Sampel

Angka bulanan bergerak sedikit. Di Al-Hami, E. coli jaringan tercatat 1,73 koloni per gram pada Desember 2022. Januari turun ke 1,20, Februari naik ke 1,85, Maret kembali 1,22. Rata-rata besarnya 1,50 koloni per gram. Di Sharma angkanya rapat: 0,42, lalu 0,35, lalu 0,38, lalu 0,30. Rata-ratanya 0,36 koloni per gram.

Baca juga Kumbang Pemangsa Siput Jepang Berevolusi Tanpa Sekat Laut

Uji ANOVA satu arah tidak menemukan perbedaan antarbulan. Nilai F hanya 1,24 dengan p 0,321. Teks paper menyebut angka lain untuk bulan yang sama, yaitu 0,75 koloni pada Januari dan Februari. Tabelnya menulis 1,20 dan 1,85. Perbedaan itu dibiarkan tanpa keterangan. Empat bulan pengamatan juga rentang yang pendek.

Satu angka lain berbunyi nol. Salmonella tidak terdeteksi pada satu pun dari 240 sampel, baik air laut maupun jaringan. Penulis menyebut hasil itu tanda kondisi lingkungan yang higienis. Mereka juga menahan diri. “Batas deteksi dan besar sampel dapat memengaruhi hasil, dan kontaminasi tingkat sangat rendah mungkin tetap tidak terdeteksi,” tulis Hassan Pyar dan Neamah S. Al-sebaey.

Protein 15,36 Persen, Energi 96,34 Kilokalori

Protein jadi komponen terbesar setelah air. Kerang Al-Hami mengandung 15,36 persen protein berat basah. Kerang Sharma hanya 10,73 persen. Nilai t 4,87 dengan p di bawah 0,001. Arahnya berbalik pada basis kering: Al-Hami 51,65 persen, Sharma 60,46 persen. Air menyusun 70,26 persen jaringan kerang di Al-Hami.

Kadar air Sharma 81,99 persen, jauh di atas Al-Hami. Nilai t 3,42 dengan p 0,008. Lemak bergerak sebaliknya. Al-Hami 6,07 persen berat basah, Sharma 3,02 persen. Rentang bulanan lemak Al-Hami 6,28 sampai 7,47 persen. Sharma 2,06 sampai 4,19 persen, tanpa satu pun titik yang bertumpang tindih.

Abu dan karbohidrat mengikuti pola serupa. Abu berat basah 3,75 persen di Al-Hami dan 2,72 persen di Sharma. Karbohidrat 4,38 persen berbanding 1,81 persen, dengan p 0,003. Abu tertinggi 4,33 persen muncul di Al-Hami pada Desember. Terendah 2,30 persen tercatat di Sharma pada Februari. Protein tertinggi 15,84 persen juga di Al-Hami, pada Februari.

Energi jadi angka yang paling datar. Estimasinya 96,34 kilokalori per 100 gram daging basah. Pada basis kering, Al-Hami 19,63 kilojoule per gram dan Sharma 21,67. Selisihnya tipis dan tidak bermakna, dengan p 0,489. ANOVA dua arah mencatat efek lokasi kuat pada protein, dengan F 18,47. Efek bulan hanya nyata pada lemak dan karbohidrat.

Baca juga Hanya Sembilan Riset Butir Pati di Indonesia Sepanjang 2011 hingga 2024

Angka itu bisa dibandingkan dengan pustaka. Literatur yang dikutip penulis menyebut kadar protein Perna perna sekitar 20 persen berat basah. Hasil di Hadhramout lebih rendah, 15,36 dan 10,73 persen. Kadar lemak pustaka berkisar 1 sampai 4 persen. Kerang Al-Hami melampauinya di angka 6,07 persen. Penulis tidak menguji sebab selisih itu.

Puncak 4,5 Sentimeter pada Agustus

Tabel pertumbuhan memuat 12 baris bulan. Panjang cangkang rata-rata naik dari 2,1 sentimeter pada Januari. Puncaknya 4,5 sentimeter pada Agustus. Setelah itu turun ke 4,0 sentimeter pada Oktober dan 3,0 sentimeter pada Desember. Juli tercatat 4,2 sentimeter dan September 4,3 sentimeter. Simpangan bakunya berkisar 0,2 sampai 0,4 sentimeter.

Tabel gonad memberi angka yang runtut. Pada Januari, 30 persen individu masih belum matang dan hanya 5 persen memijah. Pada Agustus, angkanya terbalik: 60 persen memijah dan 5 persen belum matang. Kematangan tertinggi 45 persen tercatat pada Mei dan Oktober. Puncak pemijahan berimpit dengan puncak panjang cangkang 4,5 sentimeter.

Di sini ada jarak yang perlu dicatat. Pengambilan sampel hanya berjalan empat bulan, Desember 2022 sampai Maret 2023. Tabel pertumbuhannya memuat 12 bulan penuh, termasuk Agustus. Penulis tidak menjelaskan asal delapan bulan sisanya. Tabel kematangan gonad juga memuat 12 bulan, dengan pemijahan 60 persen pada Agustus.

Keterbatasannya lebih dari itu. Penelitian ini hanya mengambil dua titik pantai di satu wilayah Yaman. Rentangnya empat bulan dan sampelnya 240 ekor berukuran 4 sampai 5 sentimeter. Penulis mengakui batas deteksi dan besar sampel bisa memengaruhi hasil. Kaitan antara pencemaran dan biokimia kerang pun bersifat korelasi, bukan sebab-akibat.

Satu angka terakhir: 0,073. Itu rasio bakteri jaringan terhadap air di lokasi tercemar, hampir seperempat rasio di kawasan lindung. Angka itu tidak menjawab apakah kerang Al-Hami menyaring lebih sedikit, mati lebih cepat, atau membuang bakteri lebih efisien. Penulis menyarankan pemantauan jangka panjang. Empat bulan data tidak cukup untuk memisahkan ketiga kemungkinan itu.

Baca Juga

Ilustrasi seorang pelari bersiap di garis start lintasan atletik.
Cara Bahasa Kampanye Nike di Instagram Bekerja
Ilustrasi pertandingan sepak bola malam hari yang disaksikan penonton di stadion.
Tujuh Pola Bahasa yang Membentuk Berita Bola Indonesia
Ilustrasi persamaan matematika rumit di papan tulis.
Matematikawan Buat Terobosan Konjektur Komlós
Ilustrasi seorang anak dan neneknya mengamati lemari kaca museum sejarah alam
Museum Biologi UGM Dinilai Gelap dan Tak Ada yang Bisa Dimainkan
Ilustrasi meja kayu panjang di ruang diskusi dengan gelas kopi dan tumpukan buku
Grup WhatsApp dan Patungan Kopi di Balik Ilmu Perburuhan Kritis
Arsip Pribadi Heri Dono Dibuka, Termasuk Surat dari Kedutaan
Arsip Pribadi Heri Dono Dibuka, Termasuk Surat dari Kedutaan