Analisis Genom Ungkap Spesies Baobab Baru di Madagaskar

Pohon baobab jenis baru Adansonia bozy di kawasan Sambirano, barat laut Madagaskar.

Pohon baobab jenis baru Adansonia bozy di kawasan Sambirano, barat laut Madagaskar. [Foto: Nisa Karimi/Missouri Botanical Garden]

Cekricek.id — Pohon baobab yang selama ini dianggap satu jenis di Madagaskar ternyata dua spesies berbeda. Analisis genom membuat jumlah baobab endemik pulau itu bertambah dari enam menjadi tujuh jenis, dan yang baru diakui langsung masuk kategori terancam.

Mengutip Sci.News, Senin (17/8/2026), hasil itu dilaporkan Nisa Karimi, peneliti Missouri Botanical Garden yang menyelesaikan doktornya di Departemen Botani University of Wisconsin–Madison, bersama David Baum dari kampus yang sama serta rekan dari Iowa State University. Makalah mereka berjudul Phylogenomic analysis of Madagascar’s baobabs reveals admixed populations and supports resurrection of a previously described species dan terbit di jurnal Taxon volume 75 nomor 4 artikel e70176 tahun 2026.

Baca juga: Luka Menalo Ungkap Asal-usul Selebrasi Biola Seusai Bobol Gawang Sabah FC

Nama Lama yang Dihidupkan Kembali

Selama ini populasi baobab di utara dan selatan Madagaskar sama-sama digolongkan sebagai Adansonia za. Setelah membandingkan data genom dari berbagai populasi di seluruh pulau, tim menyimpulkan populasi di barat laut cukup berbeda untuk berdiri sendiri.

Alih-alih menciptakan nama baru, peneliti menghidupkan kembali nama yang pernah diusulkan pada masa lalu, Adansonia bozy. Dengan begitu, marga Adansonia di dunia kini mencakup sembilan jenis, tujuh di antaranya hanya tumbuh di Madagaskar.

“Mengejutkan bahwa kita masih menjawab pertanyaan biologi paling dasar tentang baobab, yaitu berapa sebenarnya jumlah spesies yang ada di lanskap,” kata Nisa Karimi, peneliti Missouri Botanical Garden.

Kerja Lapangan yang Menunggu Musim Bunga

Menentukan batas antarspesies pada pohon sebesar baobab bukan pekerjaan cepat. Tim harus menjangkau lokasi terpencil untuk mengambil sampel jaringan, dan sebagian penilaian hanya bisa dilakukan ketika pohon sedang berbunga.

Baca juga: Terumbu Karang Groote Archipelago Dipetakan Ilmuwan, Ungkap Dampak Pemutihan Massal

“Untuk tahu apa yang sedang Anda lihat, Anda harus melihatnya sedang berbunga,” ujar Karimi. Analisis genom kemudian dipakai untuk menguji apakah pengelompokan berdasarkan penampilan itu benar-benar mencerminkan hubungan kekerabatan.

“Kelompok mana pun yang kita pilih untuk diakui dalam taksonomi seharusnya terdiri atas organisme yang lebih dekat kekerabatannya satu sama lain daripada dengan apa pun di luar kelompok itu,” kata David Baum, guru besar botani di University of Wisconsin–Madison.

Terdesak Kebun Kakao dan Ladang Bakar

Baobab dikenal sebagai salah satu pohon berumur paling panjang di dunia, dengan batang gendut yang menyimpan air dan individu tertentu diperkirakan hidup lebih dari seribu tahun. Di Madagaskar, pohon-pohon ini menjadi penopang satwa penyerbuk sekaligus sumber pangan dan bahan kerajinan bagi warga sekitar, sehingga hilangnya satu populasi berdampak jauh melampaui daftar spesies.

Adansonia bozy hanya ditemukan di kawasan Sungai Sambirano, Provinsi Antsiranana, di barat laut Madagaskar, dengan kemungkinan populasi tambahan di sekitar Marofandelia dan lereng barat Manongarivo. Sebaran yang sesempit itu membuat status konservasinya rapuh.

Baca juga: USU Dorong Kawasan Konservasi Perairan Pulau Pandang Batu Bara

Pembukaan hutan untuk kebun kakao dan praktik tebang-bakar disebut sebagai ancaman utama, sehingga spesies ini kemungkinan besar memenuhi kriteria Terancam menurut pedoman Uni Internasional untuk Konservasi Alam. Pemisahan ini juga mengubah gambaran risiko bagi Adansonia za yang tersisa, karena sebaran dan jumlah populasinya kini dihitung ulang tanpa memasukkan kerabat utaranya.

“Anda tidak bisa melestarikan apa pun kalau tidak tahu cara mendeskripsikan dan menamainya serta memahami hubungannya dengan hal lain di lanskap,” kata Karimi. Menurut keterangan tim, penelitian ini didanai National Science Foundation Amerika Serikat.

Baca Juga

Kapal-kapal berlayar di perairan sekitar Selat Hormuz.
Nota Kesepahaman Habis, Iran Beralih ke Posisi Militer Ofensif
Lapisan atmosfer Bumi terlihat menyala saat matahari terbenam, dipotret dari Stasiun Luar Angkasa Internasional.
Kimia Darah Manusia Bergeser Seiring Naiknya CO2 Atmosfer
Pesawat tempur di geladak kapal induk Amerika Serikat.
Laksamana AS Puji Awak USS Lincoln di Tengah Sorotan Kesehatan Mental
Ribuan pendukung Houthi menggelar aksi massa sambil membawa senjata dan poster di Yaman.
PBB Peringatkan Yaman Terancam Kembali ke Perang Skala Penuh
Para penulis studi berdiri di depan poster Physics at RHIC di Brookhaven National Laboratory.
Bukti Baru: Identitas Proton Dibawa Gluon, Bukan Hanya Kuark
Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir berbicara di hadapan awak media.
Menteri Israel Serukan Bunuh 30 sampai 40 Warga Gaza Tiap Malam