Cekricek.id — Pemeriksaan rontgen dada biasanya menuntut pasien datang ke rumah sakit. Sebuah rintisan dari kampus membalik urutannya: alatnya yang mendatangi tempat kerja.
Rumah Skrining, rintisan yang dikembangkan dosen Fakultas MIPA Universitas Gadjah Mada, menghadirkan layanan radiografi keliling untuk menopang program eliminasi tuberkulosis. Layanan perdananya berjalan pada 27–28 Agustus 2026 di CV Prestige Furniture, Yogyakarta.
Tujuh Puluh Tujuh Peserta
Pemeriksaan hari pertama diikuti 35 orang dan hari kedua 42 orang. Setiap pasien memerlukan sekitar 15 menit.
Baca juga Mahasiswa UGM Kembangkan Obat TBC yang Dihirup ke Paru
Pemimpin riset, Prof. Drs. Gede Bayu Suparta, M.Si., Ph.D., menjelaskan bentuk layanan yang dibangun.
“Rumah Skrining adalah start-up yang bertujuan untuk menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan radiologi berbasis masyarakat,” katanya.
Menuju Target 2030
Gede Bayu menempatkan layanan ini sebagai penopang program pemerintah.
Baca juga UGM Kembangkan TBScreen.AI, Alat Bantu Skrining Tuberkulosis untuk Wilayah 3T
“Kehadiran Rumah Skrining diharapkan dapat membantu Pemerintah mempercepat capaian Program Eliminasi TB 2030,” ujarnya.
Baca juga Agam Luncurkan Program Eliminasi Tuberkulosis di Tempat Kerja
Ia menyebut perkembangan perangkat membuat layanan keliling makin masuk akal. “Teknologi pesawat sinar-x cenderung semakin maju, canggih, aman, ringan, hemat energi, dan rechargeable,” katanya.
Data yang Ikut Berjalan
Direktur Operasional Rumah Skrining, Annisa Fitriana, S.Ant., menyebut sistem pengelolaan datanya sudah menyatu dengan layanan.
“MHCS juga disebut Madeena Solution, telah dilengkapi sistem tata kelola data DICOM, PACS, Teleradiologi,” katanya.
Riset ini didanai program Riset Sinergi 2025–2026 Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.














