Cekricek.id — Dosen wali biasanya dikenal mahasiswa lewat tanda tangan di kartu rencana studi. Universitas Airlangga ingin peran itu bertambah: menjadi orang pertama yang mengenali luka psikologis mahasiswanya.
Direktorat Pendidikan bersama Lembaga Pengembangan Mutu dan Bakat UNAIR menggelar pembekalan bertajuk Pertolongan Pertama Pada Luka Psikologis Mahasiswa pada Senin (31/08/2026) di Ruang Sriwijaya ASEEC Tower, Kampus Dharmawangsa-B.
Kondisi Remaja yang Berubah
Direktur Pendidikan UNAIR, Dr Maftuchah Rochmanti dr MKes, menyebut pembekalan itu dilakukan karena keadaan mahasiswa tidak lagi sama dengan generasi sebelumnya.
Baca juga Wilang Lulus Sarjana UGM pada Usia 19 Tahun 9 Bulan
“Kita harus menyesuaikan dengan kondisi saat ini. Mereka sebagai remaja saat ini, tentu kondisi psikologis mereka berbeda,” katanya.
Lima Instrumen Baru
Menurut Maftuchah, kampus menyiapkan alat ukur yang diperbarui tahun ini.
Baca juga Mahasiswa UNAIR Sulap Bambu Betung Jadi Penyaring Air Bencana
“Di tahun ini, kami menyusun bersama instrumen baru. Instrumen tersebut yakni openness, resiliensi, potensi kesehatan mental, model belajar, serta indikator terkait hal yang berpengaruh pada kesehatan psikologis mahasiswa,” ujarnya.
Baca juga Tim UNAIR Petakan Akses Air Bersih Kampung Transmigrasi Manokwari
Ia meminta dosen wali tidak menyimpan sendiri temuan di lapangan. “Kami sangat berharap kepada Bapak Ibu sekalian sebagai dosen wali untuk menginformasikan apabila memang ada identifikasi dan kondisi psikologis adik-adik mahasiswa,” katanya.
Materi yang Dibagikan
Ketua LPMB UNAIR, Prof Hery Purnobasuki MSi PhD, memerinci isi pembekalan hari itu.
“Materi yang akan dibagikan hari ini, seperti Kondisi remaja masa kini oleh drg Vitria MSi, peranan dosen wali dalam proses akademik mahasiswa oleh Aries Widya Gunawan SE MM,” katanya.














