UNAIR Latih Dosen Wali Kenali Luka Psikologis Mahasiswa

A A

Ilustrasi dosen berbicara dengan mahasiswanya. [Foto: Pexels/Shkraba Anthony]

Cekricek.id — Dosen wali biasanya dikenal mahasiswa lewat tanda tangan di kartu rencana studi. Universitas Airlangga ingin peran itu bertambah: menjadi orang pertama yang mengenali luka psikologis mahasiswanya.

Direktorat Pendidikan bersama Lembaga Pengembangan Mutu dan Bakat UNAIR menggelar pembekalan bertajuk Pertolongan Pertama Pada Luka Psikologis Mahasiswa pada Senin (31/08/2026) di Ruang Sriwijaya ASEEC Tower, Kampus Dharmawangsa-B.

Kondisi Remaja yang Berubah

Direktur Pendidikan UNAIR, Dr Maftuchah Rochmanti dr MKes, menyebut pembekalan itu dilakukan karena keadaan mahasiswa tidak lagi sama dengan generasi sebelumnya.

Baca juga Wilang Lulus Sarjana UGM pada Usia 19 Tahun 9 Bulan

“Kita harus menyesuaikan dengan kondisi saat ini. Mereka sebagai remaja saat ini, tentu kondisi psikologis mereka berbeda,” katanya.

Lima Instrumen Baru

Menurut Maftuchah, kampus menyiapkan alat ukur yang diperbarui tahun ini.

Baca juga Mahasiswa UNAIR Sulap Bambu Betung Jadi Penyaring Air Bencana

“Di tahun ini, kami menyusun bersama instrumen baru. Instrumen tersebut yakni openness, resiliensi, potensi kesehatan mental, model belajar, serta indikator terkait hal yang berpengaruh pada kesehatan psikologis mahasiswa,” ujarnya.

Baca juga Tim UNAIR Petakan Akses Air Bersih Kampung Transmigrasi Manokwari

Ia meminta dosen wali tidak menyimpan sendiri temuan di lapangan. “Kami sangat berharap kepada Bapak Ibu sekalian sebagai dosen wali untuk menginformasikan apabila memang ada identifikasi dan kondisi psikologis adik-adik mahasiswa,” katanya.

Materi yang Dibagikan

Ketua LPMB UNAIR, Prof Hery Purnobasuki MSi PhD, memerinci isi pembekalan hari itu.

“Materi yang akan dibagikan hari ini, seperti Kondisi remaja masa kini oleh drg Vitria MSi, peranan dosen wali dalam proses akademik mahasiswa oleh Aries Widya Gunawan SE MM,” katanya.

Bagikan

Baca Juga

Tiga mahasiswa berjalan bersama di trotoar kampus
ITB Kumpulkan 70 UKM di Jatifest untuk Sambut Mahasiswa Baru
Sumur bertutup beton dengan jeriken kuning tergantung di atasnya
Tim UNAIR Petakan Akses Air Bersih Kampung Transmigrasi Manokwari
Rumpun batang bambu tua yang tumbuh rapat di hutan
Mahasiswa UNAIR Sulap Bambu Betung Jadi Penyaring Air Bencana
Tiga siswa berseragam sekolah menengah duduk di meja ruang kelas berdinding bata
Skrining Kesehatan Jiwa Remaja SMK: Cemas Terbanyak
Guru memeriksa tas murid dengan detektor logam di sebuah sekolah di Bangkok
Thailand Perangi Perundungan Usai Penembakan Sekolah
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto memberi kuliah umum di UPI
Brian Yuliarto: Partisipasi Kuliah RI Baru 32 Persen