Cekricek.id — Sebanyak 149 mahasiswa dari 17 perguruan tinggi menutup Campus League Badminton Season 1 Regional Semarang 2026 di Polytron Stadium Universitas Diponegoro, Sabtu (29/08/2026). Empat kampus membawa pulang gelar dari enam nomor yang dipertandingkan.
Universitas Islam Indonesia menjuarai tunggal putri dan beregu, Universitas Jenderal Soedirman menang di tunggal putra, Universitas Sebelas Maret menyapu tiga nomor ganda, dan Universitas Negeri Semarang memenangi nomor 3v3. Turnamen berlangsung empat hari sejak 26 Agustus, menurut keterangan tertulis Universitas Diponegoro, Minggu (30/08/2026).
Baca juga Jonatan Christie Jalani Terapi Pemulihan Jelang Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2026
Peserta berasal dari enam kota — Semarang, Yogyakarta, Surakarta, Surabaya, Purwokerto, dan Makassar — dan seluruhnya berstatus mahasiswa aktif, bukan atlet profesional penuh waktu.
Kampus Menolak Pilihan Antara Kuliah dan Lapangan
Wakil Rektor Akademik dan Kemahasiswaan Universitas Diponegoro, Prof. Dr.rer.nat. Ir. Heru Susanto, S.T., M.M., M.T., menyatakan status ganda itu tidak perlu dipertentangkan.
“Untuk menjadi atlet tidak harus mengorbankan akademiknya. Di satu sisi, mereka bisa mengikuti kuliah dengan baik, tetapi di sisi lain, olahraganya juga tidak terganggu. Kalau keduanya bisa dipadukan, tentu akan lebih baik,” katanya.
Baca juga Leani Ratri Oktila, Legenda Para-Bulu Tangkis, Kini Aktif Bermain Padel Bersama Keluarga
Ia menempatkan kompetisi semacam ini sebagai pengisi waktu mahasiswa di luar jam kuliah. “Mahasiswa memiliki banyak waktu di luar kegiatan akademik, sehingga kegiatan semacam ini dapat menjadi ruang bagi mereka untuk melakukan aktivitas yang produktif,” ujarnya.
Belum Ada Kepastian Musim Berikutnya
Penyelenggara menyebut kompetisi ini dirancang agar jalur olahraga dan jalur akademik berjalan bersamaan.
Baca juga ITB Kumpulkan 70 UKM di Jatifest untuk Sambut Mahasiswa Baru
“Kami ingin Campus League menjadi ajang bagi atlet untuk terus berkompetisi sekaligus mendapatkan kesempatan untuk mengejar akademik,” kata Chief Executive Officer Campus League, Ryan Gozali.
Baik penyelenggara maupun kampus tuan rumah belum menyebutkan jadwal maupun lokasi seri berikutnya. Heru menyatakan kesiapan kampus bergantung pada kepastian itu. “Kalau kegiatan semacam ini bisa berlangsung terus setiap tahun, kampus tentu akan mempersiapkan mahasiswanya sebaik-baiknya,” katanya.
Regional Semarang Baru Satu dari Rangkaian
Seri Semarang merupakan bagian dari musim perdana Campus League. Jumlah seri, kota lain yang akan disinggahi, dan format babak nasional belum diumumkan penyelenggara.














