4,8 Juta Penganggur Muda, Dosen UGM Soroti Perlindungan Sosial

A A

Ilustrasi — seorang perempuan muda mengikuti wawancara kerja sambil mencatat. [Foto: Pexels]

Cekricek.id — Sekitar 4,8 juta orang atau 67 persen dari 7,22 juta penganggur di Indonesia berasal dari kelompok usia muda, dan dosen Universitas Gadjah Mada menilai persoalannya bukan sekadar soal mendapatkan pekerjaan.

Angka tersebut bersumber dari data Badan Pusat Statistik tahun 2026. Hal itu disampaikan dosen Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada, Qisha Quarina, dalam keterangan tertulis Universitas Gadjah Mada, Jumat (04/09/2026).

Qisha menyebut tingginya pengangguran usia muda berkaitan dengan modal manusia yang masih rendah dibandingkan pekerja dewasa. “Jadi, alasan utama kelompok muda lebih rentan adalah karena human capital-nya masih relatif lebih rendah dibandingkan pekerja dewasa, terutama dari sisi pengalaman kerja, pendidikan, dan pengalaman mengikuti pelatihan,” ujarnya.

Baca juga Undip Buka Magang ke Kawasan Nikel Weda Bay dengan Uang Saku

Pekerja muda umumnya sudah memiliki keterampilan umum, tetapi belum memiliki keterampilan khusus yang dibutuhkan satu perusahaan. Ketika seorang pekerja sudah menguasai keterampilan khusus itu, perusahaan cenderung mempertahankannya karena telanjur berinvestasi melatihnya.

“Dibandingkan merekrut pekerja baru yang membutuhkan pelatihan kembali, mempertahankan pekerja yang sudah memiliki keterampilan spesifik tersebut tentu lebih menguntungkan bagi perusahaan,” tambahnya.

Baca juga Telkom University Wajibkan Mahasiswa Pakai AI Sejak Tahun Kedua

Qisha menilai persoalan tidak berhenti pada peluang kerja. “Kalau kita melihat secara keseluruhan, pasar kerja kita memang sangat rentan. Mayoritas pekerjaan masih informal,” katanya.

Ia menegaskan perlindungan sosial semestinya tidak berhenti pada pekerja formal. “Pekerjaan layak seharusnya berlaku bagi semua pekerja, baik formal maupun informal,” ujarnya.

Baca juga USK Latih 17 Tenaga Kependidikan UTU untuk Fakultas Kedokteran

Qisha juga mengingatkan pekerja muda memahami hak mereka di tempat kerja. “Know your rights,” katanya.

Keterangan Universitas Gadjah Mada tidak memuat rincian bentuk perlindungan sosial yang diusulkan maupun tanggapan pemerintah atas persoalan tersebut.

Bagikan

Baca Juga

Seekor orangutan terbaring menjalani penanganan medis dengan bantuan selang oksigen
Guru Besar UGM: Karhutla Ancam Kesehatan dan Habitat Orangutan
Lima orang berdiri berjajar memegang papan hadiah juara ketiga di depan latar bertuliskan Greenovate.
Mahasiswa UGM Ubah Limbah Sawit Jadi Elektroda Superkapasitor
Seorang dalang memainkan wayang di bawah sorot lampu panggung
Mahasiswa UGM Hidupkan Naskah Kuno lewat Wayang Siswa
Permukiman padat kota tertutup kabut dan asap tebal dilihat dari ketinggian
Pakar UGM: Kasus ISPA Melonjak Saat Kemarau dan Karhutla
Tangan peneliti bersarung tangan menggunakan pipet di atas wadah sampel di laboratorium
Dosen UGM Jadi Delegasi RI di Forum Forensik DNA Satwa
Sekelompok domba berdesakan di dalam kandang berdinding papan kayu
Mahasiswa UGM Rakit Mesin Surya Pengolah Pakan Domba