Dosen UGM Jadi Delegasi RI di Forum Forensik DNA Satwa

A A

Peneliti bersarung tangan menggunakan pipet untuk memindahkan sampel di laboratorium. [Foto: Pexels/Thirdman]

Cekricek.id — Dosen Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada, Dwi Sendi Priyono, menjadi delegasi Indonesia pada pertemuan perdana jejaring forensik DNA satwa liar Asia Tenggara. Pertemuan itu berlangsung di Singapura pada 27 sampai 28 Agustus 2026.

Forum tersebut digelar UNODC bersama National Parks Board Singapura dan mempertemukan laboratorium forensik satwa liar dari sejumlah negara kawasan, menurut keterangan tertulis Universitas Gadjah Mada, Kamis (03/09/2026).

Baca juga Pustral UGM: Pangsa Kereta Angkut Barang Baru 1 Persen

Dwi Sendi Priyono memaparkan rekam jejak laboratorium tempatnya bekerja.

“Laboratorium Sistematika Hewan Fakultas Biologi UGM telah menangani identifikasi forensik satwa liar secara morfologis sejak 2010 dan mulai mengembangkan forensik DNA sejak 2021,” katanya.

Baca juga ESDM: Panas Bumi Gunung Ungaran Digarap Bertahap

Laboratorium itu tercatat menangani lebih dari 42 kasus, mengidentifikasi 18 jenis satwa dilindungi, dan melatih lebih dari 140 personel penegak hukum.

Baca juga Enam Mahasiswa Luka di Aksi Damai Yogyakarta, UGM Bersuara

Meski begitu, ia menilai pengembangan bidang ini di Indonesia masih tersendat.

“Pengembangan forensik DNA satwa liar di Indonesia masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama terkait ketersediaan laboratorium khusus, pendanaan, akreditasi, dan kondisi geografis Indonesia yang terdiri atas banyak pulau,” ujarnya.

Ia mengusulkan pembentukan satu pusat unggulan tingkat nasional agar kapasitas yang kini tersebar dapat disatukan.

“Kami mendorong adanya Center of Excellence forensik DNA satwa liar tingkat nasional yang dapat menyatukan kapasitas laboratorium, pendanaan berkelanjutan, akreditasi khusus, dan jejaring pelatihan di bawah satu institusi,” katanya.

Bagikan

Baca Juga

Karhutla Meluas, Dekan Biologi UGM: Jangan Cuma Respons Darurat
Reklasifikasi MSCI Bisa Picu Lingkaran Setan, Kata Guru Besar UGM
Dosen UGM: 40 Persen Kasus Demensia Bisa Dicegah Sejak Dini
Ekonom UGM: Denda OJK Rp2,1 Triliun Saja Belum Cukup
IHSG Anjlok 11,57 Persen, Ekonom UGM: Belum Tanda Krisis
Belanja Kesehatan 3 Persen PDB, Pakar UGM Dorong Revisi UU SJSN