Pustral UGM: Pangsa Kereta Angkut Barang Baru 1 Persen

A A

Ilustrasi kereta barang melintas di jalur rel. [Foto: Pexels/Christina & Peter]

Cekricek.id — Pangsa kereta api dalam angkutan barang nasional baru sekitar 1 persen, sementara moda jalan menguasai 75,3 persen. Pusat Studi Transportasi dan Logistik Universitas Gadjah Mada mendorong peralihan sebagian muatan ke rel untuk menekan biaya logistik.

Persoalan itu dibahas dalam webinar Pustral UGM pada Senin (31/08/2026) yang diikuti lebih dari 850 peserta, menurut keterangan tertulis Universitas Gadjah Mada, Rabu (02/09/2026).

Baca juga Undip Serahkan Lima Unit Pengolah Air Bencana ke BNPB

Volume angkutan barang kereta api naik 39,7 persen dalam lima tahun, dari 50,04 juta ton pada 2021 menjadi 69,91 juta ton pada 2025. Rencana Induk Perkeretaapian Nasional menargetkan 995,5 juta ton pada 2030 dengan pangsa 11 sampai 13 persen dan kebutuhan pendanaan Rp853 triliun.

Baca juga Peneliti UGM: Kemiskinan Aceh 12,33 Persen Picu Ketegangan

Kepala Pustral UGM, Dr. Ir. Dewanti, M.S., mempertanyakan susutnya peran kereta api dalam mengangkut barang.

“Kereta api sudah berjalan di negeri ini sejak tahun 1867 dan dahulu menjadi tulang punggung pengangkutan hasil bumi. Mengapa hari ini perannya dalam mengangkut barang justru begitu kecil?” katanya.

Baca juga IPB Bangun Pemantau Kualitas Udara Dampak Karhutla Harian

Webinar itu juga menghadirkan Aditya Karsa, S.T., M.M. dari Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, Dr. Didiek Hartantyo, S.E., M.B.A. yang memimpin PT Kereta Api Indonesia pada 2020 sampai 2025, serta peneliti Pustral Ir. Deni Prasetio, S.T., M.T., IPM.

Pustral belum merinci dari mana kebutuhan dana Rp853 triliun itu akan ditutup, dan Kementerian Perhubungan belum menyampaikan target tahunan peralihan muatan.

Bagikan

Baca Juga

Belanja Kesehatan 3 Persen PDB, Pakar UGM Dorong Revisi UU SJSN
HP Gratis Bisa Telan Rp74 Triliun, Ekonom UGM: Urgensinya Kurang
Profesor Tempe UGM Mary Astuti Wafat, Ikut Teliti Kedelai Malikka
Pejalan Kaki Tabriz Lebih Tertib karena Sekolah, Bukan Harta
Kecelakaan akibat Pengemudi Mabuk di Turki Makin Jarang Tercatat
Kambing Perah Klaten Kena Gondok, Tim FKH UGM Ambil Sampel Darah