Cekricek.id — Jardine Foundation membuka skema beasiswa bagi 20 mahasiswa pascasarjana baru Universitas Gadjah Mada pada tahun akademik 2026/2027. Skema itu melengkapi beasiswa jenjang sarjana yang sudah berjalan sejak 2022 untuk 15 mahasiswa setiap tahun.
Peluncurannya berlangsung di Jakarta pada 31 Agustus 2026, menurut keterangan tertulis Universitas Gadjah Mada, Rabu (02/09/2026). Dengan tambahan itu, jumlah penerima beasiswa Jardine di UGM menjadi 55 mahasiswa.
Baca juga Wisudawan Tercepat UGM Soroti Larangan Impor Baju Bekas
Executive Chairman Jardine Matheson, Ben Keswick, menempatkan program ini sebagai kelanjutan komitmen jangka panjang di Indonesia.
“Kami senang dapat memperkuat dukungan dan kolaborasi dengan Universitas Gadjah Mada. Jardine memiliki komitmen jangka panjang terhadap Indonesia dan kami bangga dapat memberdayakan mahasiswa sarjana dan pascasarjana Indonesia yang berbakat melalui pendidikan tinggi, sehingga mereka dapat menjadi pemimpin masa depan dan berkontribusi bagi masyarakat,” katanya.
Baca juga Rektor UNS ke 933 Mahasiswa Baru: AI Jangan Ganti Pikiran
Rektor UGM, Prof. Ova Emilia, menyoroti sisi pemerataan akses.
“Beasiswa ini memainkan peran penting dalam mencetak calon pemimpin kelas dunia dari berbagai latar belakang sosial ekonomi dengan memperluas akses terhadap pendidikan tinggi,” ujarnya.
Baca juga Tim Akuntansi UGM Juarai Kompetisi Pasar Modal UNNES
Jardine Foundation berdiri pada 1982 dan telah menyalurkan lebih dari 60 juta dolar Amerika Serikat untuk lebih dari 500 mahasiswa di berbagai negara. Sekitar 100 mahasiswa Indonesia memakai beasiswa itu untuk berkuliah di Oxford dan Cambridge.
Seleksi menimbang komitmen mendukung komunitas lokal dan kebutuhan finansial. Kampus belum menyebutkan tenggat pendaftaran maupun besaran dana per penerima.














