Dua Praktisi Konstruksi Usia 65 dan 70 Mulai S3 di UNS

A A

Ilustrasi kegiatan belajar di perpustakaan kampus. [Foto: Pexels/Yan Krukau]

Cekricek.id — Dua praktisi konstruksi berusia 65 dan 70 tahun termasuk di antara mahasiswa baru Program Doktor Teknik Industri Universitas Sebelas Maret yang dilantik di Auditorium G.P.H. Haryo Mataram, Selasa (01/09/2026). Keduanya menargetkan rampung dalam tiga sampai empat tahun.

Mereka adalah Yongkie Tileno (65), pengelola PT Waskita Prima Guna, dan Zammachri (70), pengusaha konstruksi yang pensiun pada 2011 setelah 29 tahun berkarier dari insinyur lapangan sampai manajer umum, menurut keterangan tertulis Universitas Sebelas Maret, Selasa (01/09/2026).

Baca juga Rektor UNS ke 933 Mahasiswa Baru: AI Jangan Ganti Pikiran

Yongkie sebelumnya menempuh S1 Teknik Mesin dan S2 Teknik Industri, dengan pengalaman kerja di bidang sistem pendingin dan penghematan energi.

Baca juga Wilang Lulus Sarjana UGM pada Usia 19 Tahun 9 Bulan

“Bagi saya, belajar adalah sebuah passion. Kita harus terus belajar sejak lahir hingga akhir kehidupan,” katanya.

Ia menilai gelar bukan garis akhir. “Jangan sampai setelah mendapatkan gelar kita berhenti belajar. Kita harus terus meningkatkan pengetahuan,” ujar Yongkie.

Baca juga UGM Lantik Lima Kurator Keanekaragaman Hayati Angkatan Baru

Zammachri menyebut studinya sebagai upaya menyatukan pengalaman lapangan dengan kerangka akademis. “Selama bekerja di lapangan, saya mendapatkan banyak ilmu dan pengalaman empiris. Cita-cita saya adalah bagaimana pengalaman empiris dengan ilmu akademis itu bisa menjadi satu,” katanya.

Kampus tidak menyebutkan berapa banyak mahasiswa doktor UNS tahun ini yang berusia di atas 60 tahun, maupun apakah ada penyesuaian khusus bagi mereka.

Bagikan

Baca Juga

Makin Banyak Titik Nyeri, Makin Rendah Mutu Hidup Dosen Taiwan
Koas Dokter Gigi UGM Tak Lagi Tanggung Sendiri Biaya Pasien
Skor Integritas Pendidikan Naik ke 73,30, Satu Wilayah Masih Rentan
Rektor UGM: Peneliti Jangan Berjuang Sendiri Bawa Riset ke Pasar
Kursi Kuliah Negeri Tak Terisi Penuh, DPR Minta Data Daftar Ulang
Kecanduan Ponsel Mahasiswa Bangladesh, 54 Persen Berisiko Tinggi