ESDM: Panas Bumi Gunung Ungaran Digarap Bertahap

A A

Kompleks pembangkit listrik tenaga panas bumi Hellisheidi mengepulkan uap di Islandia. [Foto: Pexels/David Elvar Masson]

Cekricek.id — Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menyatakan pengembangan pembangkit listrik tenaga panas bumi Gunung Ungaran dilakukan bertahap dan berbasis kajian. Proyek berkapasitas sekitar 55 megawatt itu berada di wilayah Kabupaten Semarang dan Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, dengan target operasi pada 2031.

Penegasan itu disampaikan melalui siaran pers bernomor 047.Pers/04/SJI/2026, menurut keterangan tertulis Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Rabu (02/09/2026).

Baca juga Imbal Hasil Obligasi Jepang 3 Persen, Pertama Sejak 1996

Juru Bicara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Dwi Anggia, menjelaskan proyek masih berada pada tahap paling awal.

“Pengembangan proyek saat ini masih berada pada tahap eksplorasi dan studi kelayakan. Masih terdapat sejumlah tahapan yang harus dilalui, dan setiap tahapan harus didasarkan pada data, kajian teknis, aspek lingkungan, perizinan, serta pertimbangan sosial masyarakat,” katanya.

Baca juga Laporan Bocor soal Peran Maroko Guncang Pemerintah Spanyol

Ia menjelaskan penentuan titik pengeboran tidak mengikuti posisi sumber panas di permukaan. Teknologi pengeboran berarah memungkinkan sumur diarahkan dari titik tertentu menuju target reservoir di bawah permukaan. Luas lahan yang dipakai pun kurang dari satu persen dari keseluruhan wilayah kerja.

Baca juga Spanyol Kehilangan 162.840 Pekerjaan pada Agustus 2026

Dwi Anggia menegaskan keberadaan Candi Gedong Songo menjadi pertimbangan yang melekat pada seluruh proses.

“Perlindungan cagar budaya menjadi bagian yang harus diperhatikan dalam seluruh proses pengembangan. Setiap rencana kegiatan harus mengacu pada ketentuan zonasi dan prinsip pelestarian yang berlaku,” ujarnya.

Penataan zona inti, penyangga, dan pengembangan di sekitar candi mengacu pada kajian pemetaan sosial Universitas Diponegoro pada 2019. Kementerian membandingkan rencana itu dengan pengalaman panas bumi Dieng, tempat kegiatan energi berjalan berdampingan dengan pertanian, pariwisata, dan aktivitas budaya.

“Pengembangan panas bumi bukan hanya mengenai pengeboran dan pembangkitan listrik. Ada aspek masyarakat, lingkungan, tata ruang, perizinan, keselamatan, dan pelestarian budaya yang harus dipertimbangkan secara terpadu,” katanya.

Bagikan

Baca Juga

Barisan panel surya biru terpasang di lahan berumput dilihat dari atas
Pemerintah Bidik 42,6 Gigawatt Energi Terbarukan dalam RUPTL
Hamparan perkebunan kelapa sawit dilihat dari udara dengan barisan pegunungan di kejauhan
Harga Referensi CPO September 2026 Naik ke USD 1.007,51
Kasir memegang mesin pembaca kartu sementara pelanggan menempelkan ponsel
OJK Dorong Teknologi Keuangan Perluas Pembiayaan UMKM Daerah
Uang kertas dolar Amerika Serikat
Rial Iran Terjun, Dolar AS Tembus 2,1 Juta Rial
Batangan emas tersusun di ruang brankas
Belanda Pindahkan 86 Ton Emas dari AS dan Kanada ke Inggris
Foto terkait pasar kerja Spanyol
Spanyol Kehilangan 162.840 Pekerjaan pada Agustus 2026